Apakah Rambut Kemaluan Harus Dicukur?

Apakah Rambut Kemaluan Harus Dicukur?

detikHealth
Jumat, 26 Nov 2010 09:44 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apakah Rambut Kemaluan Harus Dicukur?
Jakarta -

Dokter saya mau tanya, apakah seseorang perlu mencukur rambut kemaluannya atau tidak? Apa untung dan ruginya jika rambut kemaluan dicukur atau tidak? Terimakasih.

Dara
(Perempuan Lajang, 27 Tahun)


Jawaban


Bulu atau rambut kemaluan (pubic hair) yang dibiarkan tumbuh atau gundul amat dipengaruhi oleh budaya kepantasan yang dianut oleh pria dan wanita.

Bagi pria cenderung membiarkan tumbuh lebat pubic hair-nya. Sedangkan bagi wanita yang senang renang atau yang berprofesi foto model cenderung menyukur rambut kemaluannya hingga licin dan bersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi pasangan suami isteri juga amat bergantung pada persepsi sensual masing-masing. Jadi tergantung penilaiannya apakah 'pubic-hair' yang tumbuh lebat atau gundul dianggap seksi atau tidak.

Umumnya pertumbuhan rambut kemaluan akan terhenti setelah 2 bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah lebat tidak akan bertambah lebat terus meski tidak dicukur.

Namun rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana.

Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)

Berita Terkait