Istri Mampu Orgasme Tapi Suami Tak Bahagia

Istri Mampu Orgasme Tapi Suami Tak Bahagia

detikHealth
Senin, 20 Des 2010 11:59 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Istri Mampu Orgasme Tapi Suami Tak Bahagia
Jakarta -

Dok, saya sudah menikah 4 tahun dan sudah dikarunia 2 anak. Yang menjadi masalah dalam 6 bulan terakhir ini saya tidak bisa menikmati hubungan suami istri dengan baik. Dalam hubungan rutin yang dilakukan minimal seminggu sekali, saya tidak bisa merasakan kenikmatan sama sekali. Jadi "keluar-keluar saja" padahal sudah coba berbagai macam gaya. Sedangkan istri saya bisa beberapa kali orgasme. Apa yang salah dengan keadaan saya ini? Mohon pencerahan. Terimakasih.

Alek (Pria Menikah, 31 Tahun), stone.alek@yahoo.co.id
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 80 Kg


Jawaban


Melihat usia Anda dan lama pernikahan 4 tahun dengan mempunyai 2 anak, besar kemungkinan Anda mengalami 'Gangguan Dorongan Seksual' (GDS). Penyebabnya bisa faktor fisik, misalnya penyakit hipertensi, kencing manis, defisiensi hormon testosterone, gangguan jantung, penyakit hati atau ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila Anda tidak mengidap gangguan faktor fisik, besar kemungkinan faktor psikis penyebabnya. Di antara faktor psikis itu adalah kejemuan terhadap pasangan yang acapkali merupakan faktor penyebab Anda tidak bisa menikmati hubungan intim.

Proses hubungan seksual tidak sekedar penetrasi penis pada vagina, tapi amat kompleks. Dibutuhkan kebugaran fisik yang optimal disertai ketentraman psikis yang baik hingga bisa menciptakan fantasi seksual yang sensual.

Sebagai langkah awal, cobalah Anda & isteri melakukan rekreasi berdua, bangkitkan kenangan manis ketika Anda berdua saling tertarik pertama kali. Kemukakan pada isteri fantasi seksual yang bagaimana yang Anda sukai dan bisa memicu gairah seksual Anda.

Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads