Punya Suami Lecet Saat Ronde Ketiga

Punya Suami Lecet Saat Ronde Ketiga

detikHealth
Senin, 20 Des 2010 16:29 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Punya Suami Lecet Saat Ronde Ketiga
Jakarta -

Dok saya telah menikah dengan perbedaan usia dengan suami saya 5 tahun. Dalam berhubungan 1 malam kami bisa sampai 6 kali melakukannya karena saya dengan suami saya bertemunya 1-2 minggu. Tapi dalam berhubungan yang ke-3 kok penis suami saya jadi lecet ya Dok? Berbahayakan itu Dok dan sperma selalu kami keluarkan di luar vagina. Terimakasih.

Nur (Perempuan Menikah, 32 Tahun), putriXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 158 Cm dan Berat Badan 48 Kg


Jawaban


Dari ilustrasi yang Anda gambarkan dapat disimpulkan bahwa Anda dan suami adalah pasangan sehat dengan gairah seksual yang menggebu-gebu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika hubungan intim pada ronde ke-3 Mr P jadi lecet, itu kemungkinan karena lubrikasi (cairan) vagina Anda mulai berkurang. Saking menggebunya gerakan senggama maka bisa saja terjadi iritasi pada penis suami karena dnding vagina yang belum terlubrikasi akan menyebabkan nyeri ketika penis penetrasi. Tapi tidak perlu cemas, hal ini tidak berbahaya dan bila luka lecet bisa segera diobati.

Cairan sperma dikeluarkan di luar vagina disebut Coitus Interuptus, yaitu hubungan sanggama yang menjelang ejakulasi sang pria mencabut penisnya dan memuntahkan spermanya di luar vagina. Hal ini tidak berpengaruh terhadap kesuburan Anda dan suami.

Tapi cara ini hanya mengundang risiko terjadi kehamilan bila dilakukan pada saat Anda dalam masa subur. Karena pada fase menjelang suami Anda ejakulasi, tidak jarang ujung penis sudah basah dengan cairan sperma.

Bila satu sel spermatozoa saja menyelinap, kendatipun ejakulasi dilakukan di luar vagina maka sel jantan tersebut sudah berenang dalam cairan vagina untuk menjumpai sel telur wanita (ovum). Maka besar kemungkinan bisa terjadi kehamilan.

Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)

Berita Terkait