Istri-istri Tidak Puas Karena Suami Ejakulasi Dini

Istri-istri Tidak Puas Karena Suami Ejakulasi Dini

detikHealth
Kamis, 23 Des 2010 14:24 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Istri-istri Tidak Puas Karena Suami Ejakulasi Dini
Jakarta -

Berikut dua pertanyaan tentang gagal memuaskan istri karena suami ejakulasi dini.

1. Dok, saya mengalami masalah ejakulasi dini. Saya jadi merasa kasihan sama istri, tolong beri solusinya Dok. Apakah ada teknik atau semacam obat yang harus dikonsumsi? Terimakasih.

Rindra (Pria Menikah, 30 Tahun), gunawan.XXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 70 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Dokter, saya sudah menikah sekitar 3 tahun tapi setiap kali berhubungan, istri saya selalu merasa tidak puas karena saya cepat ejakulasi. Yang ingin saya tanyakan bagaimana mengatasi ejakulasi dini tersebut? Kalau pakai obat kuat apa efek sampingnya? Terimakasih.


Gunawan (Pria Menikah, 30 Tahun), guns_xxxx@yahoo.com
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 57 Kg

Jawaban

Ada beberapa teori penyebab Ejakulasi Dini (ED), penyebab psikis dan fisik. Penyebab psikis ialah kebiasaan ingin mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya (misalnya kebiasaan melakukan onani). Adapula yg berkaitan dengan kecemasan.

Penyebab fisik berkaitan dengan kadar serotonin rendah yang mengakibatkan 'Ejaculatory threshold' rendah pula, sehingga cepat ejakulasi. Penyebab fisik lain adalah hipersensitivitas glans-penis (kulup/kepala penis) yang menyebabkan stimulasi berlebihan. (Pangkahila W,2005).

Ada 2 cara pengobatan ED: Sex-therapy dan medikamentosa berupa obat topikal dan obat yang diminum.

  1. Sex-therapy adalah cara yg diperkenalkan oleh Masters & Johnson yg dikenal dengan Squeeze technique dengan bantuan isteri.
  2. Obat topical berupa salep atau krim yg mengandung benzocaine, lidocaine, dibucaine atau prilocaine yang dioleskan pada glans penis.
  3. Obat oral (yang diminum) adalah antagonis dopamine, antidepresan & anti cemas.


Untuk menentukan metode terapi yang tepat untuk Anda, sebaiknya Anda konsultasi dulu dengan Dokter Keluarga Anda. Harap diingat Sebelum Anda menggunakan obat-obat (termasuk obat-kuat), dianjurkan berkonsultasi dengan Dokter Keluarga Anda untuk menentukan penyebabnya.

Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)

Berita Terkait