Dok, apakah masih perlu melakukan vaksin HPV jika pasangan tidak suka jajan dan saling setia? Apakah virus HPV bisa menular melalui makanan, udara atau yang lainnya selain melalui hubungan seksual? Terimakasih.
Yenny Imelda (Perempuan, 30 Tahun), ynilie@yahoo.com
Tinggi Badan 173 Cm dan Berat Badan 56 Kg
Jawaban
Kanker leher rahim (kanker serviks) merupakan salah satu pembunuh nomor 1 bagi perempuan, bersama dengan kanker payudara. Selama ini dipercaya bahwa kejadian kanker serviks akan meningkat bila pasangan tidak disirkumsisi (sunat) dan bila jumlah anak banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun secara teoritis risiko tertular HPV lebih tinggi pada orang yang sering berganti pasangan, tak ada yang dapat menjamin bahwa HPV tidak dapat ditularkan pada kontak seksual pertama kali.
Dikatakan bahwa transmisi atau penularan HPV kemungkinan besar sudah terjadi saat kontak seksual pertama, terlepas apakah pasangan sudah pernah kontak seksual sebelumnya atau tidak. Jadi masih merupakan misteri besar kapan sebenarnya infeksi HPV ini muncul.
Vaksinasi HPV bertujuan mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan, tanpa mempedulikan bagaimana perilaku seksual pasangannya. Jadi menurut saya sebaiknya vaksinasi dilakukan untuk melindungi kita sebagai kaum perempuan.
Pertanyaan Anda ini sebenarnya analog dengan pertanyaan perlukah pap's smear pada perempuan dengan suami yang tidak pernah berganti pasangan?
Program ini bercakup nasional untuk deteksi dini kanker serviks yang sebaiknya dilakukan pada semua perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual, terlepas apakah pasangan sering berganti pasangan atau tidak.
dr. Susie Rendra, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah Pondok Indah, Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222. Serta di RS Pondok Indah Pondok Indah, Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.
(ir/ir)











































