Ingin Berhenti dari Kebiasaan Onani

Ingin Berhenti dari Kebiasaan Onani

detikHealth
Kamis, 16 Jun 2011 16:19 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Ingin Berhenti dari Kebiasaan Onani
Jakarta -

Dok saya seorang gadis belum menikah. Saya sering melakukan onani disaat haid atau seminggu sebelum saya menstruasi maupun sesudah saya menstruasi. Ini saya lakukan sejak saya masih beranjak remaja hingga sekarang.

Yang ingin saya tanyakan apakah saya ini menderita kelainan seks? Apakah juga akan mempengaruhi seks saya jika saya menikah nanti? Bisakah ini mendatangkan penyakit? Kemudian gimana caranya agar saya tidak melakukannya lagi? Terimakasih sebelumnya Dok.

Dinda (Perempuan Lajang, 25 Tahun), nur_hayaXXX@ymail.com
Tinggi Badan 153 Cm dan Berat Badan 47 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Onani (masturbasi) bukan kelainan seksual. Boleh dilakukan selama tidak mengganggu kegiatan rutin dan produktivitas kerja Anda sehari-hari. Dampak negatif yang mungkin bisa terjadi berupa ejakulasi dini ketika hubungan intim dengan partner, tapi ini hanya terjadi pada pria. Pada wanita belum ada laporan ilmiah tentang dampang negatifnya sampai saat ini.

Onani akan mendatangkan penyakit bila dilakukan tidak higienis. Jelasnya, melakukan onani dengan tangan atau alat yang tidak bersih akan mendatangkan risiko.

Cara atau Upaya untuk tidak melakukan onani lagi berpulang pada motivasi diri. Misalnya dengan cara displacement (alih energi kebiasaan) pada kegiatan olahraga atau hobi yang bermutu. Lakukan hal-hal yang positif seperti olahraga sehingga mengeluarkan energi yang terpendam.

Agar frekuensi onani Anda tidak berlebihan dan tidak mengganggu ketahanan fisik Anda sebaiknya Anda melakukan latihan fisik secara teratur di samping mengisi waktu luang Anda dengan kegiatan-kegiatan sesuai dengan hobi Anda. Dengan banyak melakukan kegiatan secara perlahanan bisa mengurangi frekuensi onani yang Anda lakukan.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

(ir/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads