Apakah Sering Duduk Bikin Bola Testis Besar Sebelah?

Apakah Sering Duduk Bikin Bola Testis Besar Sebelah?

detikHealth
Selasa, 19 Jul 2011 15:32 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apakah Sering Duduk Bikin Bola Testis Besar Sebelah?
Jakarta -

Dok, kok bola testis saya besar sebelah yang sebelah kanan. Apa karena saya kebanyakan duduk? Saya bekerja di depan komputer dan jarang jalan-jalan ketika lagi bekerja. Itu gejala apa ya dok? Bagaimana cara menyembuhkannya? Terimakasih.

Siddik (Pria Lajang, 20 Tahun), didikXXXXX@ymail.com
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 80 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembesaran atau penciutan testis yang tidak wajar sebaiknya tidak dianggap enteng. Jika ada kelainan pada bentuk atau ukuran testis dan ada rasa sakit, memang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Testis yang membesar sebelah kanan bisa disebabkan oleh tiga hal:
1. Hernia Scrotalis (burut usus yang turun ke dalam buah zakar)
2. Varicocele (gangguan pada saluran sperma yang dikenal sebagai Vas Deferens)
3. Tumor testis.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi untuk memastikan diagnosis dan terapinya.

Pria memang disarankan untuk sering-sering mengecek bola testis. Waktu yang paling baik untuk mengecek bola testis adalah selama atau setelah mandi dengan air hangat. Air hangat akan membuat skrotum (buah zakar) menjadi rileks dan tenang sehingga bola-bola testis bisa diperiksa dengan mudah.

Biasanya bola testis bagian kanan sedikit lebih besar daripada bagian kiri. Sementara itu bola testis kiri posisinya lebih rendah daripada yang kanan. Jika keadaan bola-bola testis seperti itu, tak perlu khawatir karena hal itu normal. Tapi jika besarnya sudah tidak wajar maka patut diwaspadai.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads