Dok, ukuran Mr P saya yang kecil sekitar kurang lebih 11 cm, bagaimanakah ini dok? Adakah solusi atau cara yang dapat saya lakukan untuk memperpanjang ukuran Mr. P saya?
Dulu saya pernah ke suatu klinik Mr P, tepatnya di kota Mojokerto di dekat daerah Rumah Sakit Reksa Waluya. Disana Mr. P saya dibalut pakai ramuan-ramuan seperti rempah-rempah terus dipompa menggunakan vacum pump dan disuruh minum jamu satu botol air mineral. Katanya semuanya itu bisa membuat ukuran Mr. P saya bertambah.
Pertama sih hasilnya memang ada namun cuma bisa bertahan 3 hari dan setelah itu kembali lagi ke ukuran semula dan dulu saya juga pernah juga ke klinik di daerah Jogoroto Jombang seperti di atas tapi yang ini Mr. P saya di suntik dok. Tapi saya tidak tahu apa cairan yang disuntikkan pokoknya cairannya berwarna putih kekuning-kuningan yang katanya bisa merangsang pertumbuhan Mr P. Apakah itu berbahaya dok? Dan hasilnya pun juga sama nihil dok. Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 80 Kg
Jawaban
Sebenarnya dengan ukuran penis Anda sekitar 11 cm itu adalah normal. Menurut hasil survei situs Everyoneweb.com per Juli 2011, panjang penis pria Indonesia rata-rata 11,67 Cm, Singapura 11,53 cm, Malaysia 11,49 cm. Paling panjang penis pria Kongo 17,93 cm dan paling pendek penis pria Korea hanya 9,66 cm.
Yang penting bukan panjang penis, tapi keras dan tegangnya ketika ereksi. Sebaiknya Anda tidak usah repot-repot lagi membesarkan penis. Jangan lakukan rekonstruksi penis Anda dengan tindakan medis atau herbal, karena ukuran penis Anda adalah normal.
Melakukan reskonstruksi penis dengan pompa atau suntik justru ada efek negatifnya. Ereksi yang diperoleh dengan perangkat pompa penis tidak sama dengan ereksi yang dicapai secara alamiah.
Sedangkan suntik penis biasanya menggunakan cairan silikon. Jaringan yang terdapat pada penis tidak sama dengan jaringan tubuh lainnya, karena terdiri dari jaringan saraf dan jaringan busa atau berongga yang nantinya akan diisi oleh darah sehingga bisa mengeras dan membesar. Jika jaringan diisi oleh cairan selain darah, maka bisa terjadi hambatan pada jaringan tersebut yang membuat darah tidak bisa mengalir ke penis.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(ir/ir)










































