Suami Bertanya-tanya Kenapa Tidak Ada Selaput Dara

Suami Bertanya-tanya Kenapa Tidak Ada Selaput Dara

detikHealth
Jumat, 19 Agu 2011 16:34 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Suami Bertanya-tanya Kenapa Tidak Ada Selaput Dara
Jakarta -

Dok, saya baru saja menikah dan telah berhubungan badan dengan suami. Namun ketika berhubungan, selaput dara saya tidak ada atau bisa dikatakan saat berhubungan vagina saya tidak mengeluarkan darah yang menandakan bahwa saya masih perawan.

Memang waktu pacaran dulu kami pernah melakukan 'hubungan badan' namun Penis suami tidak masuk terlalu dalam ke vagina dikarenakan vagina saya perih dan kami ingin menunggu semua itu setelah kami menikah.

Tapi setelah kami menikah dan melakukan hubungan badan beberapa kali ternyata selaput dara itu tidak ada dok. Suami bertanya, kenapa tidak ada selaput daranya? Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Apa yang harus saya lakukan dok? Apakah sebelum menikah ternyata saya memang sudah tidak perawan lagi?
Mohon jawaban dokter. Terimakasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nat (Perempuan Menikah, 23 Tahun), natXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 163 Cm dan Berat Badan 53 Kg

Jawaban

Selaput perawan (hymen) dalam budaya lokal masih dianggap icon keperawanan. Jelasnya, perdarahan ketika hubungan intim pertama dijadikan pertanda bahwa sang dara masih gadis.

Dari sudut kedokteran-seksual, tidak ada perdarahan pada hubungan intim pertama bisa saja terjadi bila:
1. Anomali hymen
Yaitu sejak lahir gadis tersebut tidak punya hymen
2. Hymen amat elastis sehingga tidak terjadi iritasi atau robekan
3. Lubrikasi (pencairan) dinding vagina demikian bagus sehingga ketika penis penetrasi tidak terjadi iritasi pada hymen, berkat licinnya dan merekahnya saluran vagina.

Untuk mengetahui ada atau tidak adanya hymen, harus diperiksa oleh dokter spesialis kebidanan atau bidan-ahli. Tapi disarankan agar Anda dan suami tidak usah terlampau merisaukan eksistensi selaput-dara, jauh lebih penting adalah eksistensi cinta dan sayang untuk membina pernikahan Anda yang kelak membuahi keturunan sebagai putra atau putri Anda.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara.

(ir/ir)

Berita Terkait