Dok, beberapa minggu ini saya mengalami susah buang air besar. Sepertinya sih wasir atau ambeien karena saya merasa ada seperti daging lebih disekitar dubur. Saya tidak dapat buang air besar tanpa bantuan pencahar, setiap saya coba mendorong sama sekali tidak bisa keluar walaupun sudah berusaha sekuat tenaga.
Tolong sarannya dokter, apakah ambeien ini perlu dioperasi atau hanya makan obat saja? Saya sangat bingung karena takut juga apabila sampai berminggu-minggu susah BAB. Terimakasih.
Lina (Perempuan Lajang, 28 Tahun), zoe_XXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 50 Kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesulitan buang air besar (BAB) harus dibedakan menjadi 2 hal penting:
1. Apakah ada rasa ingin BAB namun sulit keluar
2. Memang tidak ada rasa ingin BAB, namun anda berusaha untuk BAB dengan mengedan dan mengedan berulang-ulang tapi tetap tidak keluar?
Kalau yang dirasakan keluhan no 1, itu dikatakan sebagai obstipasi dimana fesesnya keras dan banyak atau besar sehingga sulit keluar meskipun sudah mengedan kuat sampai keluar air mata sekalipun.
Terkadang bisa juga keluar namun sering disertai akibat-akibat yang fatal seperti robekan anus yang akan mengeluarkan darah. Kalau hal ini terjadi berulang kali akan menyebabkan luka tersebut semakin dalam (disebut fissura ani dan bukan ambeien atau wasir atau hemorhoid) dan berakibat BAB menjadi sakit sekali dan feses tidak sampai di ampula rektin.
Kondisi ini akan membuat trauma setiap kali mau BAB dan tidak sedikit mereka menahan diri untuk tidak BAB. Akibatnya justru lebih bahaya, karena fesesnya akan semakin keras sehingga makin sulit keluar dan kalau keluar akan menjadi sangat sakit dan membuat luka di anus tadi semakin berat.
Kalau keluhan no 2, artinya feses memang tidak sampai rongga rektum (ampula rekti) yang merupakan ruangan usus besar bagian ujung yang letaknya persis di atas anus. Dan disinilah rangsang keinginan BAB dimulai yaitu manakala feses telah mengisi ampula rekti yang membuat regangan rongga ampula rekti dan saraf-saraf di dinding ampula rekti akan menghantarkan rangsangan tersebut ke otak yang kemudian diterima sebagai keinginan BAB.
Lalu dimulai dengan mengedan membuat tegangan di dalam perut kita meningkat yang kemudian membuat otot dasar panggul relaksasi, lalu anus terbuka dan keluarlah feses. Kalau hal ini tidak terjadi, dimana feses tidak sampai di ampula rekti, artinya memang tidak mungkin ada rangsang untuk BAB dan ini biasanya disebabkan kelainan anatomi (struktur usus besar) yang menghalangi turunnya sisa-sisa makanan yang menuju ampula rekti.
Penyebabnya antara lain:
1. Bisa karena kelainan bawaan misalnya segmen usus besar yang panjang (redundan kolon) sehingga sering terpuntir (volvulus/twisting)
2. Infeksi atau inflamasi berat yang menyebabkan kelemahan peristaltik pada lokasi tertentu
3. Tumor baik jinak maupun ganas.
Karenanya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gastroenterologi & hepatologi atau dengan dokter bedah yang memperdalam bidang bedah digestif (konsultan bedah digestif), yang kemudian akan memberikan analisis penyakit Anda lalu opsi pengobatan yang dapat dilakukan.
Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525. (ir/ir)











































