Ibu yang Cemas Anaknya Sering Melamun dan Susah Konsentrasi

Ibu yang Cemas Anaknya Sering Melamun dan Susah Konsentrasi

detikHealth
Selasa, 29 Nov 2011 14:03 WIB
Ditulis oleh:
Ibu yang Cemas Anaknya Sering Melamun dan Susah Konsentrasi
Jakarta -

Saya mempunyai anak berumur 11 tahun kelas 1 SMP. Ia tidak bisa konsentrasi dan sering melamun. Dia sendiri tidak tahu kenapa begitu. Hal ini membuat prestasi disekolahnya sangat buruk. Tapi jika ia bisa konsentrasi, ia bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cepat tapi hal itu sangat jarang sekali terjadi.

Sebagai informasi saat hamil saya sering stres dalam bekerja. Bagaimana caranya supaya anak saya bisa konsentrasi di sekolah atau belajar karena tidak mungkin saya memukul dia terus untuk bisa belajar. Terimakasih.

Dewi (Perempuan Menikah, 40 Tahun), thdeXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 155 Cm dan Berat Badan 56 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Sejak kapan anak ibu sulit konsentrasi? Kalau dari dulu, mungkin itu disebabkan karena anak ibu sebenarnya kurang tertarik dengan pelajarannya, sehingga ia belajar karena terpaksa.

Anak-anak sebenarnya memerlukan 'reward' dan 'punishment' untuk dapat mendorong semangat belajarnya. Anak ibu sudah berumur 11 tahun, boleh dikatakan perilakunya sekarang kecil kemungkinannya karena ibu stres saat hamil.

Kemungkinan lebih besar kalau perilakunya itu terkait dengan keadaan ibu saat ini. Misalnya seorang ibu yang pencemas, mungkin anaknya akan mudah merasa cemas juga.

Ibu yang pemalu, mungkin anaknya juga akan ikut-ikutan jadi pemalu juga. Anak ibu sekarang sudah masuk masa pra pubertas, ini juga bisa menyebabkan perubahan psikologis dan fisiologis karena hormon-hormon reproduksi mulai aktif.

Supaya anak ibu dapat berubah, tentu kita harus tahu penyebabnya dulu. Ada baiknya ibu mengajak anaknya untuk berkonsultasi dahulu ke psikiater.

Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.



(mer/ir)

Berita Terkait