Istri yang Tak Bisa Menikmati Bercinta

Istri yang Tak Bisa Menikmati Bercinta

detikHealth
Kamis, 15 Des 2011 16:14 WIB
Ditulis oleh:
Istri yang Tak Bisa Menikmati Bercinta
Jakarta -

Saya mau tanya tiap berhubungan badan sama suami saya merasakan sakit bukan nikmat, padahal sebelumnya sudah dilakukan foreplay terlebih dulu. Terus terang tiap mau hubungan badan sama suami saya jadi takut. Apakah saya ada kelainan? Terus solusinya bagaimana? Terimakasih.

Nur R (Perempuan Menikah, 26 Tahun), nur_caXXXX@rocketmail.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 48 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudari Nur dapat dipahami jika Anda menjadi takut ketika akan berhubungan seksual dengan suami karena pernah merasakan sakit. Sanggama atau hubungan seksual yang tidak membuat sakit bagi perempuan bukan foreplay tetapi cukup banyaknya lubrikasi yang keluar.

Jika Anda mengatakan sudah foreplay tetapi masih sakit saat sanggama, berarti saat foreplay Anda memang kurang terangsang sehingga lubrikasi kurang saat sanggama.

Pertama yang harus Anda lakukan adalah cobalah eksplorasi bagian tubuh Anda dan lakukan fantasi seksual dan bayangkan apa yang Anda ingin dari pasangan Anda lakukan kepada Anda agar bisa membuat Anda terangsang. Setelah membayangkan saja sudah membuat Anda bergairah, maka komunikasikan dengan pasangan Anda sehingga ia bisa memuaskan Anda secara seksual.

Untuk berjaga-jaga, karena Anda masih ada sedikit trauma terhadap sanggama yang sakit belilah vagina gel di apotik terdekat.

Pesan penting: meski vagina gel bisa membantu Anda melakukan sanggama tanpa sakit, inti permasalahan Anda adalah mengenai bagaimana membuat Anda bergairah jangan sampai tidak Anda tindak lanjuti. Selamat bereksplorasi.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.



(ir/ir)

Berita Terkait