Dok, ada beberapa pertanyaan yang saya ingin tanyakan:
1. Kenapa masturbasi berbeda dengan bersanggama? Sedangkan kita tahu dua hal tersebut membuat ereksi dan ejakulasi. Kenapa masturbasi lebih cenderung dipandang rendah dibanding bersanggama?
2. Apakah anal seks (seks lewat dubur) tidak diperbolehkan? Bagaimana kalau itu menjadi fantasi seseorang?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Bagaimana cara menyalurkan rasa ingin melakukan seks untuk orang yang belum menikah?
Sugi (Pria Lajang, 21 Tahun), sugi_XXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 176 Cm dan Berat Badan 65 Kg
Jawaban
1. Masturbasi berbeda dengan bersanggama. Masturbasi tidak ada objeknya (pasangan) ketika mengalami proses reaksi seksual, sedangkan sanggama prosesnya dilakukan bersama pasangan. Masturbasi cenderung dipandang 'rendah' kualitasnya karena sanggama lebih kompleks prosesnya, melibatkan dua insan hidup.
2. Masih kontroversi pandangan tentang seks-anal, ada yang menganggap kurang baik bagi kesehatan seksual, ada pula yang menerimanya sebagai salah satu variasi posisi hubungan seksual. Yang berkeberatan terhadap seks-anal, merujuk pada jaringan anus (dubur) yang rentan terhadap infeksi bila terjadi iritasi. Berbeda dengan dinding vagina yang bisa memicu lubrikasi (pelendiran) sebagai proteksi terhadap iritasi & infeksi. Bila seks-anal dijadikan sekedar fantasi seksual, tidak menjadi masalah.
3. Menahan hasrat masturbasi yang menggebu itu memang 'berbahaya' dalam arti tidak nyaman, laksana rasa haus dan dahaga yang tidak terpenuhi.
4. Penyaluran hasrat seksual bagi individu yang belum menikah dapat dengan masturbasi. Bagi individu yang melakukan 'Premarital-intercourse' dengan partner hendaknya menggunakan kondom.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(ir/ir)











































