1. Saya termasuk suami yang tinggi gairah seksnya. Namun sudah setahun ini ereksi saya kurang maksimal, tapi gairah tetap besar. Mulai 1 tahun lalu saya mulai sering pakai obat kuat cina dan saya cukup puas. Terkadang pemakaiannya 2 hari sekali. Saya coba viagra tidak ada efek ereksinya. Pertanyaan saya berbahaya kah jika terus menerus memakai obat tersebut? Dan apa bahayanya? Kalau diharuskan tidak menggunakan, bagaimana caranya saya bisa normal kembali?
2. Bagaimana membuat gairah istri saya naik? Saya juga pakai obat cina buat dia (diam-diam) tapi sama sekali tidak ada efeknya, sudah beberapa merek yang saya coba hasilnya sama. Dia kalau diberi ekstasi baru gairahnya naik luar biasa. Kami dulu selalu mengunakan XTC, sekarang kami sudah berhenti total 2 tahun.
Saya tidak mau berhubungan intim selain dengan istri, jadi jika istri tidak mau saya sering onani 1 hari sekali. Sekedar masukan, dulu dia tidak seperti ini, apa karena disteril? Istri saya umur 32 dengan berat badan 80 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi saya juga kesal dengan keadaan ini. Saya selalu mencari cara dengan obat-obatan di internet. Terkadang kepikiran untuk pakai XTC lagi, tapi takut akibatnya. Mohon berikan arahan, saya harap ada solusi lain. Terimakasi, mohon maaf jika penjelasan ini terlalu panjang.
Roni (Pria Menikah, 43 Tahun), roony200XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 168 Cm dan Berat Badan 78 Kg
Jawaban
Semoga saya tidak salah menangkap paparan informasi yang Anda berikan.
1. Bahwa Anda ingin memiliki ereksi yang maksimal untuk bercinta namun Anda tidak dapatkan kemudian Anda mencoba beberapa obat termasuk Viagra. Dugaan saya Anda membeli tanpa konsultasi kepada ahlinya (sexolog dengan latar belakang Androlog atau psikiater).
Karena beberapa obat yang Anda sebutkan lebih untuk disfungsi ereksi yang dapat diatasi secara medis. Jika disfungsi ereksi Anda secara psikologis maka semua obat-obatan tersebut tidak akan memberikan solusi apapun buat Anda. Hati-hati meminum banyak sekali obat tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.
2. Saya salut Anda tetap mencoba berkomunikasi dengan istri meski Anda merasa sudah cukup kesal dengan keadaan yang Anda alami. Saya yakin istri Anda tidak benar-benar bermaksud ketika ia meminta Anda mencari wanita lain, itu merupakan ungkapan frustasi istri Anda karena merasa tidak mampu membahagiakan Anda.
Saya sarankan cepatlah mencari psikolog perkawinan karena Anda berdua sangat membutuhkankanya. Sementara mencari, cobalah Anda berdua duduk dan berbicara empat mata dari hati ke hati. Sama-sama saling menanyakan apa yang bisa Anda masing-masing lakukan untuk membuat pasangan Anda bahagia.
Simpan sejenak kemarahan atau segala jenis kekesalan Anda satu dengan lainnya. Mencoba membuat pasangan bahagia dengan cara masing-masing menuliskan 10 hal yang semua diawali dengan kata 'Saya...'. contohnya 1. Saya merasa bahagia ketika bangun pagi kamu mencium kening saya. 2. Saya merasa bahagia…. Silakan Anda teruskan.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(ir/ir)











































