Tarik-tarik Mr P Biar Panjang Malah Mati Rasa

Tarik-tarik Mr P Biar Panjang Malah Mati Rasa

detikHealth
Jumat, 17 Feb 2012 16:18 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Tarik-tarik Mr P Biar Panjang Malah Mati Rasa
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dok, September lalu saya mencoba teknik memperpanjang penis dengan cara menarik penis dari pangkal ke ujung hingga puluhan kali. Setelah beberapa hari dicoba, saya merasa aneh dengan sensasi seksual saya. Kepekaan saraf penis saya terasa berkurang, sehingga tidak nafsu seks hingga berminggu-minggu.

Saya telah mencari di internet dengan kata kunci 'penile nerve damage' dan menemukan informasi bahwa jika kerusakan saraf penis dapat disembuhkan dan akan kembali sendirinya, meskipun masa penyembuhan dapat berlangsung hingga satu tahun.

Apakah saraf glans penis saya masih dapat sembuh dan merasakan sensasi seperti semula? Dalam ereksi, saya tidak merasakan masalah sama sekali, hanya sensasi yang dirasakan glans penis terasa berkurang. Bagaimana cara mempercepat masa penyembuhan ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin (Pria Menikah, 34 Tahun), antoniXXXXXXX@aol.com
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban

Patut Anda pahami, untuk penis yang penting bukan panjang atau besarnya, tapi keras dan tegangnya sewaktu ereksi. Struktur organ penis tidak sama dengaan otot lengan atau tungkai. Jika otot lengan bisa diperbesar & dibentuk tanpa mempengaruhi susunan sarafnya melalui latihan aerobik atau mengangkat beban dan peregangan (Stretching), kalau penis tidak bisa seperti itu.

Kemungkinan Anda mengalami 'Hypaestthesia' akibat 'penile nerve damage'. Untuk penyembuhannya dianjurkan mengkonsumsi 'Neurotropic-vitamin' yang mengandung vitamin B1, B6, B12 beserta vitamin E. Hindari celana dalam yang ketat agar suhu sekitar organ vital tetap nyaman. Dengan melakukan hal-hal itu kemungkinan bisa kembali cepat normal.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads