Apakah Selaput Dara Saya Robek?

Apakah Selaput Dara Saya Robek?

detikHealth
Jumat, 24 Feb 2012 17:13 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apakah Selaput Dara Saya Robek?
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Akhir-akhir ini saya sering melakukan video chat dengan pacar sambil masturbasi (intens), tapi tidak sampai memasukkan jari atau benda ke vagina. Tapi terakhir kali saya melakukan itu, vagina saya berdarah. Apakah selaput dara saya robek karena saya takut jadi tidak perawan dok? Sedangkan saya tidak pernah memasukkan apa-apa ke dalam vagina? Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Sayaria (Perempuan Lajang, 22 Tahun), pengXX_XX77@yahoo.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 55 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vagina berdarah ketika memasukkan jari tangan atau alat belum tentu akibat robekan selaput darah. Bisa jadi perdarahan itu akibat iritasi pada dinding vagina akibat masturbasi yang intens, jadi bukan selalu karena selaput dara yang robek.

Jadi sekali lagi trauma pada vagina hingga berdarah tidak selalu karena robekan pada selaput dara (hymen). Bisa pula karena dinding vagina terluka.
Bila masalah ini Anda risaukan karena menghubungkannya dengan VIRGINITAS (keperawanan) patut Anda pertimbangkan pandangan berikut ini.

Virginitas amat dipengaruhi oleh berbagai aspek budaya seperti tradisi, agama, kepercayaan dan etika-moral yang dianut. Dari aspek ilmu kedokteran-seksual (Sexual-Medicine), hubungan intim pertama bisa saja tidak sampai menyebabkan robekan selaput dara. Hal ini bergantung pada elastisitas selaput dara yg bila amat elastis sukar terjadi robekan.

Atau, sang pria amat handal melakukan foreplay, hingga partnernya amat terangsang secara seksual dan terjadi lubrikasi vagina optimal yang membuat dinding vagina amat licin dan merekah. Penetrasi penis tidak menimbulkan trauma atau cabikan pada selaput dara. Di sini, malam pengantin pertama bisa tanpa bercak darah.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.




(ir/mer)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads