Dok, pada akhir bulan januari 2011 saya menjalani operasi pengangkatan kantong empedu. Setelah pengangkatan itu saya tidak pernah lagi mengalami sakit perut yang terjadi di sekitar lambung (sebelumnya saya pernah didiagnose mengalami GERD pada tahun 2008).
Akan tetapi sejak Rabu tanggal 30 November 2011 di bagian ulu hati saya mengalami serangan yang sangat sakit. Karena mengira bahwa itu maag, saya minum promag double action beberapa kali. Tetapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi rasa sakitnya. Hari kamis tanggal 1 Desember 2011 saya dianjurkan untuk minum omeprazole 20mg, tetapi sakitnya tetap tidak berkurang sampai dengan saat saya menulis konsultasi ini, terutama saat bergerak.
Rasa sakitnya tidak terus menerus tetapi tiba-tiba datang serangan. Pertanyaan saya, apakah ini ada kaitannya dengan efek setelah pengangkatan kantong empedu? Penyakit apa saja yang bisa ditimbulkan sebagai efek dari pengangkatan kantung empedu? Mohon penjelasan dokter. Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 70 Kg
Jawaban
Secara anatomi, Esofagus, lambung, usus dua belas jari (duodenum), usus halus (jejunum dan ileum, usus buntu, usus besar di bagian kanan (kolon asenden), kolon transversum sampai pertengahannya, juga liver, dan saluran empedu, pankreas, limpa mempunyai persarafan autonom yang sama yang dinamakan N Vagus.
Karenanya, setiap kelainan pada organ-organ tersebut, pada fase awalnya sering dirasakaan nyeri pada ulu hati (epigastrium) dan sekitar pusat, sehingga dalam pengalamaan sehari-hari, radang usus buntu, batu kantong empedu telah mendapat pengobatan untuk sakit maag (gastritis atau ulkus peptikum).
Karenanya, kalau seseorang dikatakan sakit maag lalu mendapatkan terapi namun tidak mendapatkan kesembuhan yang bermakna, maka sebaiknya mintakan pemeriksaan diagnostik untuk meyakinkan bahwa memang dia sakit gastritis atau ulkus peptikum. Dan juga pemeriksaan penunjang atau imaging guna mencari, jangan-jangan ada kelainan lain pada organ tersebut di atas. Sehingga kita terhindar dari penderitaan berkepanjangan sekaligus menghindarkan diri dari pemakaian obat-obatan yang tidak perlu.
Mengenai operasi pengangkatan kantong empedu (kolasistektomi), dari pengalaman sehari-hari, perubahan yang terjadi sering justru pada beberapa hari pasca bedah, keluhan jangka panjangnya malah jarang ditemukan. Hal ini bisa dipahami karena kantong empedu bukan merupakan pabrik cairan empedu, karena pabrik atau penghasil cairan empedu adalah hati atau liver.
Kantong empedu berfungsi untuk menyimpan dan memekatkan cairan empedu lalu mengeluarkannya pada saat kita memakan makanan yang mengandung lemak atau minyak. Pasca bedah kolesistektomi, perubahan yang terjadi adalah, cairan empedu kita menjadi lebih encer karena tidak dipekatkan lagi, sehingga ketika kita memakan makanan mengandung lemak dan atau minyak, cairan empedu yang encer tadi langsung masuk kedalam duodenum.
Apa yang terjadi? Karena cairan empedu encer, duodenum dan fisiologik tubuh belum terbiasa (belum adaptasi), maka kita akan merasakan rasa 'eneg', tidak nyaman, kembung dan kadang-kadang diare. Namun perlu dipahami, hal ini bersifat sementara dan akan hilang setelah duodenum dan fisiologik tubuh mampu beradaptasi dengan perubahan cairan empedu tersebut.
Pertanyaannya, berapa lama masa adaptasi ini akan berlangsung? Setiap individu mempunyai daya adaptasi yang berbeda, ada yang sama sekali tidak mengalaminya, pagi operasi sore dia sudah makan biasa lagi termasuk yang mengandung lemak dan minyak, namun ada juga yang berlangsung sampai 14 hari. Selanjutnya akan biasa lagi, jadi tidak perlu anda menghundari makanan yang berlemak atau berminyak asal tidak berlebihan.
Apalagi yang terjadi pada periode awal pasca kolesistektomi? Mengingat cairan empedu yang encer, maka cairan empedu tersebut mudah tumpah dari duodenum ke dalam lambung (gaster) terutama pada posisi tiduran. Hal ini mudah dimengerti karena, dalam posisi tiduran, duodenum dan gaster menjadi sejajar, sehingga cairan empedu yang encer ini mudah mengalir mendekati gaster dan secara perlahan masuk kedalam lambung (gaster) yang disebut refluks.
Bila hal ini sering terjadi maka dapat kemudian berkembang menjadi bile gastritis (peradangan lambung atau maag yang disebabkan tumpahan cairan empedu), dan sakitnya bisa sedemikian berat dan mengganggu. Obat yang paling baik adalah pelindung permukaan dalam (protektor mukosa) lambung yang dalam dunia medis digunakan obat dari jenis Sukralfat.
Sukralfat ini akan melindungi mukosa gaster dari cairan empedu yang bersifat iritatif pada mukosa lambung, karenanya saya sering menganjurkan agar Sukralfat ini diminum sebelum tidur, setelah bangun tidur lalu siang dan sore harinya.
Mengingat keluhan Anda hampir setahun pasca bedah, dan berdasarkan sifat keluhan nyerinya, sangat mungkin terjadi adalah 'bile gastritis'. Ada baiknya Anda meminum Sukralfat seperti anjuran saja, lalu omeperazole dilanjutkan. Kalau keluhan tetap terjadi sebaiknya anda meminta dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk melihat keadaan mukosa lambungnya.
Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.
(ir/up)











































