Saya sudah menikah kurang lebih 4 tahun dan sudah memiliki 2 anak dari hasil pernikahan saya. Ada perbedaan pandangan antara saya dengan istri tentang seks.
1. Buat istri seks adalah nomor kesekian sementara saya adalah kebutuhan utama. Sering sekali saya mengalah karena istri mengeluh kecapekan kerja, dan pernah suatu waktu tidak melakukan seks sampai hampir dua bulan. Padahal sebenarnya saya membutuhkan minimal 2 kali dalam seminggu walaupun demikian semakin tidak melakukan hubungan badan sekian lama istri saya semakin nyaman.
Kadangkala saya melampiaskan dengan onani, bahkan di depan istri. Dia memang terganggu tapi tidak berusaha untuk mengakomodir keinginan saya. Parahnya dia malah marah sehingga jatah puasanya semakin lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkali-kali saya membicarakan secara blak-blakan dengan istri, misalnya itu kebutuhan utama buat saya atau dijadwal misalnya sabtu malam sama rabu malam atau kamis malam tapi tidak ada perubahan dari istri saya. Yang paling membuat saya marah bahwa dia bisa tidur pulas disaat memang saya lagi tersiksa kerena butuh.
2. Kalaupun istri saya lagi 'in', gaya yang digunakan membosankan, tradisional dan itu-itu melulu. Yang terpenting buat dia, dia berikan saya orgasme, cukup. Saya di atas dia di bawah, tidak ada foreplay.
Kadang-kadang menjengkelkan bahkan seingat saya tidak pernah petting karena alasan itu jatah anak (sangat menjengkelkan). Saya sudah bicarakan secara blak-blakan tentang kebutuhan seks saya dan gaya yang saya inginkan dengan istri saya, tapi sangat dan hampir tidak ada perubahan. Selain masalah seks kondisi keluarga saya normal dan nyaman.
Ardy (Pria Menikah, 31 tahun), ardyXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 163 cm dan Berat Badan 62 kg
Jawaban
Sdr.Ardy yang sabar, saya kagum dengan kesabaran Anda, saya bisa paham mengapa Anda menjadi galau dan tersiksa. Tetapi berbicara blak-blakan dengan istri sambil emosi tinggi atau bahkan memprovokasi istri Anda dengan melakukan masturbasi didepannya tidak akan membuat kebutuhan Anda semakin dipenuhinya.
Sabar sedikit lagi sdr.Ardy, cobalah tenangkan diri Anda saat ini agar dapat menyelesaikan masalah secara adekuat. Cobalah bermasturbasi tidak di depan istri Anda untuk sementara waktu supaya ketegangan seksual Anda terlepas.
Jangan emosi, membentak, menyindir dan memarahi atau mengancam istri Anda karena Anda hanya memperparah keadaan.
Saran saya: pergilah berbulan madu berdua istri Anda, titipkan anak pada keluarga yang Anda percaya. Katakan pada istri Anda, Anda mencintai dia dan Anda berdua sudah bekerja keras dan sering capek akhir-akhir ini sehingga ada baiknya berdua menikmati liburan tanpa anak-anak.
Katakan dengan mesra dan penuh kasih Anda ingin membuatnya senang dan melepaskan stres bersamanya karena Anda sayang padanya. Berikan kejutan pada istri Anda dengan membelikan gaun tidur yang seksi menurut Anda dan katakan betapa seksi dan menarik Anda membayangkan istri Anda menggunakannya.
Dalam bulan madu, berbicaralah dari hati ke hati jika Anda berdua masih saling mencintai, saling memaafkan dan mulailah dengan saling mengungkapkan hal positif mengenai satu sama lain.
Lalu barulah Anda bermesraan, bisa dengan bercerita mengenai fantasi seksual Anda pada istri Anda, yakinkan istri Anda bahwa tidak ada seorang wanita pun yang Anda inginkan kecuali bersama dengannya. Saya yakin kehidupan seksual Anda akan bergairah lagi. Selamat berbulan madu yang mesra.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia. Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(mer/ir)











































