Dok, saya sudah menikah 2 tahun, tapi belum dikaruniai keturunan, setelah cek sperma ternyata suami saya mengalami asthenospermia (pergerakan sperma lambat), dulu sewaktu masih bayi punya riwayat hernia scrotalis dan sudah dioperasi.
Apakah operasi tersebut ada hubungannya dengan asthenospermia? Dan bagaimana penanganan asthenospermia, selama ini suami saya diberi vitamin E dan tribestan oleh DSOG. Terimakasih.
Tiwi (Perempuan Menikah, 26 tahun), utiXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 156 cm dan Berat Badan 42 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keluhan dan riwayat penyakit suami (hernia scrotalis) yang Anda kemukakan, patut dipertanyakan pula apakah suami Anda pernah sakit gondongan (parotitis) pula. Parotitis sering pula menyebabkan asthenospermia (pergerakan sperma lambat).
Juga pasca operasi hernia scrotalis, kadang-kadang diikuti oleh "Varicocelle", yaitu varises pada saluran sperma yg menghambat keluarnya spermatozoa (sel jantan) dari testis (buah zakar) yg dikenal sebagai "pabrik" sperma.
Obat yang diberikan oleh Dokter Spesialis Obstetri-Ginekologi sudah tepat. Tapi, sebaiknya konsultasikan pula suami Anda pada Dokter Spesialis Bedah Urologi, untuk memeriksa buah zakar dan saluran spermanya.
Usia Anda relatif masih muda, harapan untuk mempunyai bayi mungil tetap besar, maka Anda & suami harus selalu berpikir positif.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(ir/mer)











































