Bagaimana Pola Makan untuk Pasien Cuci Darah?

Bagaimana Pola Makan untuk Pasien Cuci Darah?

detikHealth
Kamis, 29 Mar 2012 11:36 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Bagaimana Pola Makan untuk Pasien Cuci Darah?
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya sudah cuci darah selama 4 bulan. Saya mau tanya bagaimana pola makan yang benar bagi pasien cuci darah? Makanan apa saja yang harus dihindari? Karena dari RS tempat saya dirawat hanya melarang seluruh buah tidak boleh dimakan.

Daniel PH P (Pria Lajang, 25 Tahun), daniXX_XXX@yahoo.com
Tinggi Badan 168 Cm dan Berat Badan 73 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Daniel,
Saya tidak tahu jelas kenapa Anda harus cuci darah di usia semuda ini maka saya asumsikan Anda mempunyai masalah gagal ginjal kronis yang biasanya merupakan penyebab utama cuci darah.

Mungkin Anda sudah paham bahwa ginjal adalah organ yang menyaring air dan mineral-mineral dari dalam darah dan membuangnya keluar tubuh (seperti filter air). Seiring dengan lamanya penyakit ginjal yang Anda derita, kemampuan ginjal untuk mem-filter darah menjadi semakin berkurang dan banyak hal-hal tidak berguna yang menumpuk dalam darah Anda, maka dari itu dilakukan cuci darah.

Sayangnya, mohon maaf, penyakit gagal ginjal kronis tidak dapat disembuhkan hanya dapat dicegah dan diperlambat progress-nya. Jika Anda sudah memulai proses cuci darah, kemungkinan besar Anda akan terus memerlukannya sepanjang hidup Anda. Sekarang usaha Anda adalah untuk mencegah proses cuci darah ini menjadi lebih sering atau lebih lama dari yang sekarang.

1. Cairan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh Anda karena ginjal mem-filter darah dan air.

Biasanya dokter spesialis ginjal akan memberikan Anda batasan jumlah cairan yang boleh Anda konsumsi per hari tergantung dari tingkat penyakit Anda dan hasil cek darah. Yang saya tahu mungkin antara 800 mL – 1,5 L cairan/ hari.

Yang dimaksud dengan cairan termasuk: air, teh, kopi, susu, sup, es krim, agar-agar, es batu dan minuman lainnya.

2. Protein

Jumlah protein yang dikonsumsi juga penting karena protein berguna untuk menjaga dan memperbaiki fungsi-fungsi tubuh dan mencegah infeksi. Akan tetapi konsumsi protein yang terlalu tinggi akan mengakibatkan naiknya jumlah urea (hasil pemecahan protein) dalam darah dan membuat berat kerja ginjal.

Kembali dokter dan ahli gizi di rumah sakit Anda seharusnya sudah memberikan kriteria jumlah protein per berat badan tergantung di tahap mana penyakit Anda. Biasanya berkisar antara 0,8 – 1 gram protein/ kg berat badan.

(Note: jumlah protein tidak sama dengan berat daging. Dalam 100 gr daging dada ayam tanpa lemak = 22 gr protein)

3. Fosforus, Kalium (potassium) dan Garam (sodium)

Kembali, hal ini berhubungan erat dengan hasil tes darah Anda dan seharusnya direkomendasikan oleh dokter Anda.

Maaf, tapi saya tidak bisa menemukan rekomendasi bahwa buah sama sekali tidak boleh dimakan (untuk penyakit apapun) karena buah adalah salah satu sumber makanan alami bergizi cukup lengkap, rendah gula buatan, rendah protein dan rendah garam.

Bahkan dengan memakan buah Anda dapat menambah sumber nutrisi Anda sembari memuaskan haus dan lapar.

Pastikan Anda mendapatkan pelayanan yang Anda bayar, minta untuk bertemu dan berkonsultasi dengan ahli gizi atau dietitian yang membuat rekomendasi itu.

Jika Anda ingin mencari tahu lebih lanjut, dapat memasukkan keywords: chronic kidney disease diet untuk website-website berbahasa Inggris.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.



(ir/mer)

Berita Terkait