Hampir 2 tahun sudah suami (48) tidak bisa melayani saya di tempat tidur karena penyakit diabetesnya. Kami telah memiliki 5 anak yang sehat-sehat. Saya sangat menyayangi suami, tetapi libido ini rasa-rasanya tidak bisa diajak kompromi.
Selama ini suami melakukan oral pada saya, namun jujur saja, saya sungguh tidak bisa merasakan kenikmatan seperti dulu lagi ketika penisnya masih normal. Sedangkan untuk meminta cerai dan menikah lagi, saya kurang pede karena status saya yang telah melahirkan normal 5 kali.
Saya jadi sering menangis sendiri karenanya. Apakah yang harus saya lakukan? Oh ya, suami telah mencoba berobat ke dokter, herbal, juga shinshe, namun sejauh ini belum ada perubahan berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 75 Kg
Jawaban
Periksakan diri Anda dan suami ke dokter seksologi, bisa juga ke androlog. Karena penyakit diabetes mempunyai dampak terhadap gairah seksual atau obat-obatan tertentu. Cuma, bukan berarti mereka yang menderita diabetes tidak bisa berhubungan seksual lagi, sebenarnya masih bisa termasuk orang yang menderita stroke masih bisa melakukan hubungan seksual.
Tolong komunikasikan dengan suami, betapa Anda masih menginginkan hubungan seksual dengan suami. Penyakit diabetes relatif tidak menghalangi suami untuk bisa ereksi lagi. Akan tetapi, biasanya yang jadi masalah, suami yang terkena diabetes atau stroke sudah tidak percaya diri lagi, makanya minder dalam berhubungan seksual. Memang ada halangan tapi masih bisa ereksi.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(ir/ver)










































