Kenapa Uluhati Sakit Terus Setelah Operasi Kantong Empedu?

Kenapa Uluhati Sakit Terus Setelah Operasi Kantong Empedu?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 18 Mei 2012 10:49 WIB
Kenapa Uluhati Sakit Terus Setelah Operasi Kantong Empedu?
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dokter yth, pada akhir bulan Januari 2011 saya menjalani operasi pengangkatan kantong empedu. Setelah pengangkatan itu saya tidak pernah lagi mengalami sakit perut yang terjadi di sekitar lambung (sebelumnya saya pernah didiagnosa mengalami GERD pada tahun 2008).

Akan tetapi sejak 30 November 2011 di bagian uluhati saya mengalami serangan yang sangat sakit. Karena mengira bahwa itu maag, saya minum obat maag beberapa kali, tetapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi rasa sakitnya.

Lalu pada 1 Desember 2011 saya dianjurkan untuk minum omeprazole 20 mg, tetapi sakitnya tetap tidak berkurang sampai dengan saat saya menulis konsultasi ini, terutama saat bergerak. Rasa sakitnya tidak terus menerus tetapi tiba-tiba datang serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan saya, apakah ini ada kaitannya dengan efek setelah pengangkatan kantong empedu? Penyakit apa saja yang bisa ditimbulkan sebagai efek dari pengangkatan kantung empedu? Mohon penjelasan dokter. Terimakasih.

Aditya (Perempuan Menikah, 40 Tahun), aditya.XXXXXXXX@btn.co.id
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 70 Kg

Jawaban

Pengangkatan kantong empedu, tentunya kantong yang sudah tidak sehat lagi, adanya batu, adanya tumor seperti polip maupun karena infeksi/peradangan tidak akan menimbulkan perubahan yang berarti pada fisiologi pencernaan. Mengingat kantong empedu bukan pabrik cairan empedu karena pabrik atau penghasil cairan empedu adalah liver dan kantong empedu berfungsi sebagai penyimpan dan pemekat cairan empedu sehingga empedunya lebih kental dan siap pakai.

Perubahan yang terjadi pasca pengangkatan cairan empedu adalah, cairan empedu akan menjadi lebih encer dan keluar langsung dari saluran empedu menuju usus duabelas jari (duodenum). Apa yang terjadi, karena lebih encer, maka cairan empedu belum bisa diterima dengan baik oleh usus duabelas jari sehingga bila memakan makanan mengandung lemak atau goreng-gorengan, akan terasa kembung, timbul rasa tidak nyaman dan bisa juga diare. Kemungkinan lain adalah, cairan empedu yang encer sering tumpah kedalam lambung sehingga terjadi gastritis akibat cairan empedu (bile gastritis).

Meskipun demikian, tidak semua orang akan mengalami hal yang sama, baik dari muncul atau tidaknya keluhan tersebut, lamanya keluhan dan kualitas keluhan tersebut, karena hal ini tergantung orang perorang. Keadaan inilah, yaitu bile gastritis (barangkali) yang ibu alami, sehingga munculnya keluhan tidak langsung terjadi namun memerlukan waktu. Karena tumpahan cairan lambung tidak selalu menimbulkan keluhan seketika, selain tergantung pada daya tahan tubuh, ketahanan permukaan dalam (mukosa) lambung masing-masing sehingga keluhan tersebut tidak selalu muncul lebih awal.

Pengalaman sehari-hari, pasca pengangkatan kantong empedu, ada yang memberikan obat yang berperan sebagai untuk proteksi permukaan mukosa lambung dari cairan lambung yang sering tumpah, obat ini dikenal sebagai media surfaktan jenis sukralfat. Pemberian obat ini terutama bila mau tidur dan setelah bangun tidur, hal ini bisa dimengerti karena pada saat tidur, duodenum dan lambung lebih sejajar sehingga cairan empedu lebih mudah tumpah kedalam lambung.

Untuk itu, coba saja ibu meminta jenis obat tersebut yang saat ini banyak jenisnya, kalau keluhan tetap ada, sebaiknya ibu konsultasi dengan dokter penyakit dalam yang mendalami gastroenterologi dan sangat mungkin perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi (gastroduodenoskopi).

Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH-PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.





(mer/ir)

Berita Terkait