Senin, 04 Jun 2012 15:18 WIB

Sampai Kapan Penderita Myasthenia Gravis Harus Minum Mestinon?

(Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saya pada tahun 2002 mengalami gangguan kesehatan, dimana kelopak mata saya kadang-kadang tiba-tiba saja memejam dan tidak bisa membuka, namun bila didiamkan beberapa saat akan bisa dibuka perlahan-lahan. Menurut dokter saraf yang memeriksa setelah dilakukan tes EMG saya terkena Myastenia Gravis. Kemudian diberi obat mestinon dan diminum selamanya.

Lama-lama ternyata ada efek samping pada maag yang terasa asam meskipun sesudah makan minum obatnya. Pertanyaan saya, apakah penyakit ini bisa disembuhkan? Atau ada cara lain penyembuhannya selain minum mestinon? Mohon sarannya. Terimakasih.

Sjahroel S (Pria Menikah, 57 Tahun), roelXXXX@telkom.net
Tinggi Badan 174 Cm dan Berat Badan 70 Kg

Jawaban

Sdr. Sjahroel Yth,
Memang benar bahwa kami bisanya memberikan mestinon pada kasus-kasus myasthenia gravis. Dan bila ada efek mual, Anda dapat membelah obat tersebut menjadi 2. Diminum separuhnya dulu dan sisanya diminum 1-2 jam kemudian atau 2-3 jam sebelum mestinon dapat diminum obat obat seperti omeprazole atau pantoprazole.

Mengenai myasthenia gravis, bila gejala sudah hilang Anda dapat berkonsultasi lagi dengan spesialis saraf Anda , agar dilakukan penyesuaian dosis. Dan bila berhasil Anda dapat terbebas dari keharusan minum obat setiap hari, walaupun kelak bila gejala tersebut datang lagi maka anda harus kembali meminumnya. Terimakasih.

Dr. Fritz Sumantri Usman Sr,SpS, FINS
Dokter Neurologist & Interventional Neurologist (Ahli Penyakit Saraf dan Saraf intervensi). Praktik di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jl RS Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan. Telpon 021-7501524.

(ver/ir)