Khawatir Jantung Berhenti Berdenyut Saat Menopause

Khawatir Jantung Berhenti Berdenyut Saat Menopause

detikHealth
Selasa, 10 Jul 2012 11:56 WIB
Ditulis oleh:
Khawatir Jantung Berhenti Berdenyut Saat Menopause
(Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Selamat siang dok, ketika usia 18 tahun saya pernah mengalami gangguan irama jantung. Kebetulan ada kerabat seorang dokter jantung di kelapa gading, tapi sayang saat exercise untuk mendeteksi kelainan irama jantung beberapa kali selalu gagal, sehingga sulit mengetahui jenis kelainannya seperti apa.

Beliau memberikan terapi saat sakit untuk menahan nafas dan mengedan, juga ada sejenis obat 1/2 tablet kecil per hari yang terus menerus saya konsumsi (lupa namanya) dan diprediksi umumnya tipe begini hanya dapat hidup sampai usia 23 tahun (irama berubah mendadak saat aktivitas spontan, seperti melompat, berlari naik tangga).

Setelah saya menikah di usia 25 tahun saya tidak pernah mengonsumsi lagi obat tersebut, jika sakit tapi jarang terjadi saya melakukan terapi tahan nafas. Kini saya telah memiliki 3 orang anak, selama 2 bulan terakhir ini saya merasakan sering nyeri di dada bagian tengah, tapi irama jantung normal, pernah 3 kali vertigo dalam 2 tahun terakhir, haid saya sudah tidak teratur, pra menopause.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan saya, apakah gejala ini menandakan penyakit jantung berat? Khawatir tiba-tiba berhenti berdenyut, ataukah hanya proses alami menjelang menopause? Sekian dan terimakasih.

Wien (Perempuan Menikah, 49 Tahun), satyawinXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 160 Cm, Berat Badan 48 Kg

Jawaban

Berdasarkan pernyataan Anda, kami ingin mengetahui apakah Anda memiliki penyakit jantung bawaan lahir? Umumnya pengaruh menopause dengan penyakit jantung tidak terlalu besar. Kami sarankan agar terlebih dahulu Anda melakukan pemeriksaan USG jantung.

Gangguan irama jantung atau biasa disebut dengan aritmia. Normalnya jantung berdetak sebanyak 50-100 denyut per menit, tapi pada orang yang memiliki gangguan irama jantung, maka iramanya bisa lebih lambat atau lebih cepat.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor termasuk penyakit jantung koroner, ketidakseimbangan elektrolit (natrium atau kalium) di dalam darah, adanya perubahan pada otot jantung, kerusakan sel jantung akibat pernah mengalami serangan jantung dan ada juga yang terjadi pada jantung yang sehat atau tidak ada gangguan.

Jika Anda masih mempunyai pertanyaan bisa menghubungi kami atau datang ke kantor kami untuk langsung berkonsultasi dengan dokter dengan membawa hasil pemeriksaan kesehatan jantung Anda. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi
Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E ,Jalan S Parman Kav72,Slipi.Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(ver/ir)

Berita Terkait