Tidak Bisa Menahan Makanan Manis, Harus Bagaimana?

Tidak Bisa Menahan Makanan Manis, Harus Bagaimana?

detikHealth
Senin, 16 Jul 2012 11:57 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Tidak Bisa Menahan Makanan Manis, Harus Bagaimana?
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Bagaimana caranya mengatasi kecanduan gula? Dulu saat masih kecil saya sulit untuk makan, tapi ketika SD kelas 4 saya diberi SE oleh orangtua untuk merangsang nafsu makan dan saya jadi lebih suka dengan produk manis.

Sampai saat ini (sudah bekerja) pun saya masih sering mengonsumsi makanan dan minuman yang manis dan merasa tidak dapat menahannya. Satu lagi, mengapa saya lebih cepat merasa kesemutan di bagian kaki dibandingkan dengan teman-teman saya pada saat duduk di lantai atau karpet?.

Rizal (Laki-laki Lajang, 22 tahun), reezalXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 170 Cm, Berat Badan 70 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Halo Rizal,

Penggunaan supplement yang Anda sebutkan seharusnya tidak menyebabkan kecanduan gula karena komposisinya adalah minyak ikan yang mengandung omega 3 dan vitamin D serta ditambah beberapa jenis vitamin lainnya.

Secara natural, manusia memang lebih suka makanan yang manis karena makanan pertama kita adalah ASI yang manis. Karbohidrat (termasuk gula) merupakan sumber makanan utama tubuh terutama untuk otak.

Akan tetapi jika ditambah dengan sering kesemutan, ada baiknya Anda memeriksakan kadar gula darah Anda karena kesemutan merupakan salah satu symptom (gejala) diabetes.

Untuk mengatasi kecanduan gula jika Anda menderita diabetes, maka Anda harus segera menjaga dan memilih sumber karbohidrat bergizi tinggi dan meninggalkan manisan.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads