Saya ingin bertanya mengenai kakak laki-laki saya. Dia seorang tuna rungu. Dulu dia memiliki pacar perempuan, akan tetapi sekarang sudah putus. Sudah lebih dari satu setengah tahun ini saya tahu bahwa dia memiliki minat pada laki-laki.
Bermula dari sekedar mengagumi, kemudian bertambah parah setelah dia sempat tinggal jauh dari kami sekeluarga. Dia kini mulai mengoleksi gambar-gambar laki-laki dengan pakaian minim dan berkomunikasi dengan sesama komunitas tersebut melalui sms. Dulu saya sering mengingatkan bahwa itu tidak boleh sesuai dengan ajaran agama kami. Tapi dia tidak begitu peduli.
Saya bingung bagaimana cara mengkomunikasikannya dan mengembalikannya agar orientasi seksualnya kembali normal seperti laki-laki pada umumnya. Apakah ada cara yang bisa saya lakukan agar orientasi seksualnya kembali pada perempuan? Terimakasih sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 150 Cm dan Berat Badan 45 Kg
Jawaban
Saudari yang baik, saya paham kekhawatiran Anda. Melarang kakak Anda disaat dia masih cinta-cintanya itu bisa menimbulkan yang namanya Effect Romeo and Juliet. Semakin dilarang semakin gencar.
Jadi satu-satunya kalau Anda ingin mengembalikan rasa cinta kakak laki-laki Anda pada perempuan saya tidak mengatakan bahwa ini normal atau tidak, karena homoseksual sekalipun juga normal secara psikologi seksual.
Yang saya harapkan adalah coba Anda gali rasa cinta dia pada mantan pacarnya dulu, cari permasalahannya pasti ada penyebabnya kenapa dia lebih memiliki minat dan cinta pada laki-laki bahkan keterangsangan pada laki-laki dibandingkan pada perempuan.
Pahami apakah kakak Anda memiliki traumatik atau masalah tertentu dengan pacar perempuannya dulu sehingga dia coba mengeksplor minatnya kepada sesama laki-laki. Rasanya tidak fair jika Anda hanya melarang tanpa Anda membantu kakak Anda untuk bisa menyelesaikan masalah atau traumatik yang mungkin dia alami.
Kedua, coba tanyakan pada diri Anda apakah Anda ingin melihat kakak Anda bahagia. Jika dia bisa bahagia dengan apapun yang dia rasakan bukankah ada baiknya Anda tidak terlalu cepat menjudge atau menghakimi bahwa apa yang dia rasakan itu salah.
Cobalah dengarkan dulu ajak bicara pahami mengapa dia merasakan apa yang dia rasakan, apa yang membuat dia tertarik. Jangan langsung cepat-cepat menuduh dan memojokkan bahwa yang dia lakukan, rasakan dan yang dia inginkan adalah hal yang salah hanya karena itu bertentangan dengan norma atau pun budaya yang Anda anggap benar.
Coba pahami saja dulu kakak Anda supaya jangan sampai disaat Anda sebenarnya mengingingkan dia bahagia hubungan Anda dengan kakak Anda malah jadi rusak. Good luck ya!
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual dan juga merupakan anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(ir/ir)











































