Kemaluan Jadi Susah Bangun Sejak Minum Obat Darah Tinggi

Kemaluan Jadi Susah Bangun Sejak Minum Obat Darah Tinggi

detikHealth
Kamis, 09 Agu 2012 18:14 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Kemaluan Jadi Susah Bangun Sejak Minum Obat Darah Tinggi
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dok, saya pengidap darah tinggi, setiap hari saya mengkonsumsi obat darah tinggi sesuai resep dokter (ZenXXXX, TruXXX dan CarXXXX).

Pertanyaan saya apakah obat obat itu mempengaruhi kepampuan seks saya? Karena sejak meminum obat-obat itu saya rasakan Mr. P saya tidak lagi dapat mengeras secara maksimal. Hal ini membuat saya malu dan kasihan terhadap istri saya. Mohon petunjuk dari dokter. Terimakasih.

Indra (Pria Menikah, 53 Tahun), megX_XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 78 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Obat-obat hipertensi tersebut untuk jangka waktu lama memang punya kontribusi pada penyebab Disfungsi Ereksi (DE).

Untuk mencapai hidup sehat serta panjang usia, setiap masalah kesehatan yg menerpa kita, perlu ditetapkan prioritas masalah.

Untuk Anda, prioritas utama sebaiknya mengatasi hipertensi dengan obat-obat tersebut. Mengingat hipertensi bisa berdampak luas pada organ-organ tubuh bila tidak dikendalikan seperti gagal ginjal, serangan jantung, stroke.

Pada usia pria 50 tahunan, sekitar 40% akan mengalami DE kendatipun tidak minum obat obat hipertensi.

Dengan demikian, Anda tidak usah risau, DE yabg Anda alami dapat diatasi dengan obat 'Erectogenic' seperti Golongan Sildenafil citrate, Tadalafil & Vardenafil.

Obat erectogenic boleh Anda minum sebelum hubungan intim dengan isteri, dengan petunjuk dari Dokter Keluarga Anda. Obat-obat tersebut boleh diminum setelah tensi Anda normal serta Anda tidak sedang mengonsumsi obat golongan Isosorbite dinitrate.

Dr. Andri Wanananda, MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/ir)

Berita Terkait