Bujangan yang Tak Ingin Ketagihan Masturbasi

Bujangan yang Tak Ingin Ketagihan Masturbasi

detikHealth
Kamis, 06 Sep 2012 15:24 WIB
Ditulis oleh:
Bujangan yang Tak Ingin Ketagihan Masturbasi
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Saya baru berusia 22 tahun, namun keinginan libido saya sangatlah tinggi. Akhirnya saya sering melakukan masturbasi yang kemudian membuat saya ketagihan.

Saya mencoba untuk melakukan segala aktivitas untuk menyibukan diri tapi tetap saja percuma karena saya masih melakukannya. Tolong bagaimana saya bisa mengatasinya, saya ingin kelakuan saya ini bisa berhenti dari masturbasi, mengingat saya ingin hidup normal sampai jenjang pernikahan. Terimakasih.

Azzam (Pria Lajang, 22 Tahun), az_XXXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 166 Cm dan Berat Badan 64 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Sdr. Azzam pada dasarnya dorongan seksual di usia Anda memang besar. Apa yang Anda alami juga dialami oleh rata-rata pria pada usia Anda. Tentu saja Anda ketagihan karena Anda terlalu memanjakan rasa keterangsangan Anda tersebut.

Aktifitas yang Anda lakukan buat menyibukan diri Anda nampaknya bukan aktifitas yang Anda sukai, atau aktifitas yang membuat Anda merasa menjadi individu yang signifikan atau mempunyai pengaruh.

Terlibatlah pada aktifitas untuk kemanusiaan atau lingkungan hidup atau apapun yang membuat Anda merasa punya kontribusi yang lebih berarti bagi masyarakat luas.

Jalankan apa yang menjadi hobby Anda terlibat dalam komunitas dengan orang yang mempunyai hobbi sama dengan Anda, jogging, bersepeda, fotografi, renang-selam, dll.

Hidup bukan hanya soal memanjakan kebutuhan seks Anda. Cari dan lakukan hal yang membuat Anda senang dan asyik dalam beraktifitas.


Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia. Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.




(mer/ir)

Berita Terkait