Benarkah Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Insomnia?

Benarkah Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Insomnia?

detikHealth
Senin, 10 Sep 2012 11:47 WIB
Ditulis oleh:
Benarkah Rutin Minum Kopi Bisa Bikin Insomnia?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sejak SMA saya secara teratur mulai mengonsumsi kopi terutama kopi hitam setiap pagi. Namun saya tidak tahu sejak kapan mulai mengalami insomnia, setiap saya tidur hal-hal kecil maupun suara-suara yang pelan bisa membuat saya terbangun dan kaget luar biasa, detak jantung cepat dan ketakutan berlebih membuat saya sulit tidur kembali.

Yang ingin saya tanyakan, apakah hal tersebut dikarenakan saya mengonsumsi kopi atau ada hal lain? Mohon bantuannya, karena hal ini berlangsung cukup lama. Terimakasih.

Ayu (Perempuan Lajang, 24 Tahun) mysteriousXXXX@rocketmail.com,
Tinggi Badan 147 Cm, Berat Badan 40 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban:

Terimakasih atas kepercayaan sdri Ayu kepada kami.

Gangguan tidur dapat dikelompokkan menjadi:

1. Gangguan ritme tidur jaga

2. Gangguan masuk tidur dan mempertahankan tidur yang disebut insomnia.

3. Gangguan yang berhubungan dengan tidur atau mengantuk berlebihan yang disebut hipersomnia.

4. Disfungsi atau gangguan yang berhubungan dengan kondisi tidur, stadium tidur atau keadaan jaga yang disebut parasomnia. Misalnya: tidur berjalan (somnambulisme).

Sedikit akan kami bahas tentang insomnia. Insomnia adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat tidur seperti yang ia harapkan, atau ketidakmampuan yang patologis untuk tidur. Singkatnya, tidak bisa tidur karena ada 'sesuatu hal.

Terdapat tiga tipe insomnia:

1. Tidak dapat atau sulit masuk tidur (insomnia inisial) :
Keadaan ini sering dijumpai pada penderita usia muda dengan kecemasan (ansietas), biasanya berlangsung 1-3 jam, namun karena merasa sangat lelah atau kecapaian, akhirnya ia tertidur juga.

2. Terbangun tengah malam beberapa kali: penderita bisa masuk tidur dengan mudah, namun setelah 2-3 jam terbangun lagi. Hal ini terulang beberapa kali dalam satu malam.

3. Terbangun dini di pagi hari, misalnya jam 1 atau jam 2 dini hari. Ini biasa disebut insomnia terminal. Penderita tidur dengan mudah dan cukup nyenyak, namun pagi-pagi sekali sudah terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Biasa dijumpai pada penderita depresi.

Apa saja yang menyebabkan insomnia? Insomnia banyak sekali penyebabnya, antara lain:

1. Suhu udara yang tidak nyaman, misalnya dirasakan terlalu panas atau terlalu dingin.

2. Ada suara atau bunyi yang mengganggu.

3. Ketinggian tempat / lokasi dari permukaan laut. Insomnia sering dialami oleh pendaki gunung di ketinggian 3500 meter atau lebih di atas permukaan laut. Kondisi seperti ini dalam dunia medis disebut mountain sickness.

4. Adanya penyakit atau kumpulan gejala (sindrom) tertentu, seperti: tumor otak, tirotoksikosis, sindrom Cushing, arteriosklerosis, demensia, demam, tuberkulosis paru yang berat, penyakit jantung koroner, peripheral neuropathy, restless legs syndrome, kejang di waktu malam hari(nocturnal seizures), Parkinson disease, gangguan persarafan (neuromuscular disorder), rheumatologic syndromes, penyakit paru-paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease), asma, obesity hypoventilation syndrome.

Bila pernah menderita kencing manis atau ada riwayat penyakit di atas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter, karena bisa juga mencetuskan insomnia.

5. Gangguan atau penyakit kejiwaan (psikiatris), seperti: gangguan afektif, gangguan neurotik, depresi, gangguan kepribadian tertentu, post traumatic stress disorder, depresi, cemas, dsb.

6. Mengkonsumsi stimulansia (perangsang susunan saraf pusat), seperti: kafein, nikotin, amfetamin, dsb.

Sedikit tambahan informasi, menurut riset, penderita dengan insomnia 9,8 kali lebih mungkin terkena depresi yang bermakna secara signifikan dan 17,3 kali lebih mungkin menderita cemas (anxiety) yang juga bermakna secara signifikan dibandingkan dengan orang yang tidak menderita insomnia.

Hasil analisis kami berdasarkan petunjuk berikut ini:

'Setiap saya tidur hal-hal kecil maupun suara-suara yang pelan bisa membuat saya terbangun dan kaget luar biasa, detak jantung cepat dan ketakutan berlebih membuat saya sulit tidur kembali'.

'Sejak SMA saya secara teratur mulai mengkonsumsi kopi terutama kopi hitam setiap pagi'.

Berdasarkan keterangan ini maka ada kemungkinan sdri Ayu menderita insomnia. Bisa saja disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi kopi sejak SMA.

Untuk lebih memastikan, silakan berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penatalaksanaan (treatment) yang tepat.

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.

dr. Dito Anurogo

Saat ini berkarya di RSI PKU Muhammadiyah, Universitas Palangka Raya, Universitas PGRI Palangka Raya. Konsultan kesehatan Netsains.com. Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi' dan 'Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid', menulis karya ilmiah tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA. Saat ini sedang melakukan riset tentang pharmacogenetic dan pharmacogenomic bersama ilmuwan dari University of California, Irvine, USA.

Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).

(ver/ir)

Berita Terkait