Makan Sedikit, Jarang Ngemil Tapi Berat Terus Naik, Salah Dimana?

Makan Sedikit, Jarang Ngemil Tapi Berat Terus Naik, Salah Dimana?

detikHealth
Jumat, 14 Sep 2012 14:49 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Makan Sedikit, Jarang Ngemil Tapi Berat Terus Naik, Salah Dimana?
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Saya mau menanyakan perihal berat badan saya yang terus menerus naik, padahal makan saya sedikit, jarang ngemil dan paling tidak suka olahraga walau hanya seminggu sekali. Kira-kira dari faktor gizi, apa penyebabnya?

Elsyam (Pria Menikah, 26 tahun), fikXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 166 cm dan Berat Badan 80 kg
 
Jawaban
 
Halo Elsyam,
 
Mengurangi berat badan memang terasa sulit bagi banyak orang ya padahal sudah diet, olahraga. Teorinya untuk mengurangi berat badan, jumlah kalori (energi) yang masuk harus lebih sedikit dibanding yang keluar. Penurunan berat akan lebih cepat dan stabil jika disertai olahraga rutin selama minimum 30 menit, 4-5x/minggu.
 
Makan sedikit belum tentu berarti kalori yang Anda konsumsi lebih sedikit dibanding orang yang makan lebih banyak. Jumlah kalori dipengaruhi oleh jenis makanan dan porsi makanan. Anda katakan porsi makan Anda sedikit, maka kita harus kaji jenis makanan yang Anda konsumsi. Apakah itu nasi? Lauk? Sayur? Buah? Bagaimana cara memasaknya, direbus, ditumis atau digoreng?

Lemak dan minyak (baik yang menempel di daging atau kulit daging dan ayam ataupun dari menggoreng) mempunyai kalori 2 kali lipat lebih banyak dibanding karbohidrat dan protein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah ide yang baik untuk mengurangi konsumsi minyak dan lemak. Jika mau menggunakan minyak untuk menumis atau menggoreng, pilihlah yang mempunyai kandungan 'minyak baik' seperti minyak biji bunga matahari (sunflower oil), canola oil atau olive oil (minyak zaitun). Mohon diingat virgin dan extra virgin olive oil tidak bagus untuk menggoreng (pakailah untuk salad).
 
Yang sebaiknya Anda kurangi juga adalah garam karena garam menyerap air. Jika Anda mengonsumsi banyak makanan jadi atau instan, biasanya mengandung banyak minyak dan garam. Di dalam tubuh, garam akan menyerap air sehingga air tidak bisa digunakan untuk keperluan lain, menyebabkan naiknya tekanan darah (darah tinggi) dan menambah berat badan.
 
Satu trik untuk mengurangi makan adalah minum air putih 1-2 gelas 15-30 menit sebelum makan sehingga Anda sudah merasa kenyang sebelum makan.
 
Semoga membantu ya.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.



(mer/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads