Sakit Kepala Sampai 2 Tahun, Apakah Berbahaya?

Sakit Kepala Sampai 2 Tahun, Apakah Berbahaya?

detikHealth
Kamis, 04 Okt 2012 13:50 WIB
Ditulis oleh:
Sakit Kepala Sampai 2 Tahun, Apakah Berbahaya?
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Dok, sudah dua tahun terakhir ini saya sering mengalami sakit kepala pada bagian kedua sisi kepala saya, sampai terkadang mata saya juga terasa sakit. Biasanya sakit kepala saya terjadi pada saat saya berada di depan komputer, banyak pekerjaan yang cukup rumit, dan kepanasan.

Untuk itu saya ingin menanyakan apakah sakit kepala yang saya sering alami berbahaya? Dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak terjadi lagi? Terimakasih atas penjelasannya.

Andi DS (Pria Menikah, 25 Tahun), andiXXX@yahoo.co.id,
Tinggi Badan 168 Cm, Berat Badan 58 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban:

Langsung menuju inti persoalan, ya.

Dari petunjuk berikut ini:

- sakit kepala di bagian kedua sisi kepala
- sakit kepala terjadi pada saat berada di depan komputer, banyak pekerjaan yang cukup rumit, dan kepanasan
- mata juga ikut sakit
- berlangsung selama dua tahun.

Maka ada beberapa suspek atau diagnosis banding yang dapat kami ajukan, yaitu: migraine kronis, sefalgia kronis, tension type headache, computer vision syndrome.

Sebenarnya ada beberapa informasi yang belum tergali. Contohnya:

1. adakah gigi yang berlubang? (tentu harus periksa ke dokter gigi terlebih dahulu, untuk memastikan ini)
2. pernah sakit apa (saja), sebelum menderita penyakit yang sekarang ini?
3. sudah pernah ke dokter? Sudah minum obat apa (saja)? Diminum teratur?
4. apakah disertai kehilangan atau berkurangnya selera makan, mual, muntah?
5. apakah disertai perasaan sensitif atau amat peka terhadap sinar dan suara?
6. apakah sering menguap, mengantuk, tertidur, atau merasa amat lelah di kantor?
7. berapa hari tepatnya di dalam sebulan mengalami sakit kepala ini?
8. apakah hobi atau sering mengkonsumsi coklat atau keju?
9. serangan sakit kepala ini yang berlangsung selama berapa jam setiap harinya?
10. serangan sakit kepala terasa semakin memberat saat melakukan aktivitas apa (saja)?
11. serangan sakit kepala terasa semakin berkurang saat melakukan aktivitas apa (saja)?
12. apakah sebelum sakit ini, mas pernah kecelakaan, terjatuh, atau terbentur kepalanya? Atau pernah berolahraga hingga mengalami cedera kepala?
13. apakah di dalam bekerja mas ada target tertentu dan deadline yang ketat sehingga sampai merasa kurang waktu?
14. apakah sering melakukan lembur?
15. untuk mata, mas memakai kacamata? Minus atau plus? Sudah pernah periksa ke dokter mata?

Untuk lebih memastikan diagnosis silakan memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas atau RS terdekat, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara mengatasinya:

1.beristirahat sejenak (5-10 menit) ketika beraktivitas di depan komputer. Ada jeda, misalnya: 1 jam beraktivitas di depan komputer, 10 menit beristirahat, lalu bekerja lagi selama 1 jam, lalu 10 menit beristirahat, dst. Ini tentunya dapat divariasi sendiri sesuai kondisi dan kebutuhan mas, tentunya juga mempertimbangkan aturan di perusahaan/tempat mas bekerja.
2. luangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk relaksasi, olahraga, refreshing (bernyanyi, karaoke, mendengarkan musik, membaca buku humor, menonton bioskop bersama sahabat, wisata alam ke pantai, gunung, dsb), jalan sehat, berenang, atau bersepeda.
3. pakailah topi atau kacamata hitam untuk mengurangi silau atau terpapar cahaya.
4. berpola hidup teratur dan seimbang, misalnya: berdoa dan beribadah teratur, makan dan minum teratur, tidur teratur.
5. dalam seminggu, luangkan waktu satu hari untuk memanjakan diri sendiri dan benar-benar bebas dan tidak memikirkan pekerjaan.
6. memperbanyak konsumsi buah, sayur, vitamin, diet 4 sehat 5 sempurna.

Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat. Salam Sehat!

dr. Dito Anurogo

Saat ini berkarya di RSI PKU Muhammadiyah, Universitas Palangka Raya, Universitas PGRI Palangka Raya. Konsultan kesehatan Netsains.com. Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi' dan 'Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid', menulis karya ilmiah tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA. Saat ini sedang melakukan riset tentang pharmacogenetic dan pharmacogenomic bersama ilmuwan dari University of California, Irvine, USA.

Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).

(up/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads