Sudah Tobat Selingkuh Tapi Malah Jadi Loyo

Sudah Tobat Selingkuh Tapi Malah Jadi Loyo

detikHealth
Rabu, 10 Okt 2012 18:16 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sudah Tobat Selingkuh Tapi Malah Jadi Loyo
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Karena suatu hal saya akhirnya berselingkuh sekitar 8 bulan dan ketahuan karena SMS. Setelah itu saya kembali ke keluarga.

Dalam berhubungan sebelum ketahuan selingkuh istri saya tak pernah bersemangat dan setelah berselingkuh bersemangat sebentar sudah itu seperti berhubungan hanya dengan badan saja.

Akhirnya saya berusaha untuk tak berhubungan sekian lama dan belakangan ini saya berhubungan tapi kurang berkualitas (pertengahan loyo).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini penis saya tak mau ereksi dan tiap ereksi tidak mau lama. Mungkinkan karena saya sering onani dan baca-bacaan porno dan senang minum kopi?

Apa yang harus saya lakukan untuk dapatkan hidup berkeluarga dengan seks yang lebih berkualitas? Terimakasih.

Dek (Pria Menikah, 45 Tahun), xxxxx@ymail.com
Tinggi Badan 169 Cm dan Berat Badan 70 Kg

Jawaban

Dari ilustrasi keluhan Anda, agaknya faktor psikis yang amat berperan hingga Anda mengalami gejala awal Disfungsi Ereksi (DE). Onani, bacaan porno, kebiasaan minum kopi, bukanlah penyebab DE.

Dianjurkan Anda membina kembali hubungan dengan isteri berdasarkan CINTA, yaitu saling ikhlas menerima kelebihan dan kekurangan pribadi masing-masing demi keutuhan keluarga kembali.

Tidak ada manusia yang sempurna, maka saling mema'afkan terasa sejuk dan manusiawi untuk dilakukan.

Selanjutnya, pemeriksaan fisik oleh Dokter Keluarga Anda patut dilakukan, mengingat usia Anda, 45 tahun, di mana penyakit-penyakit degeneratif (Diabetes Mellitus, Hipertensi dsb) sering muncul. Masalahnya, penyakit-penyakit tersebut tidak jarang menjadi pencetus DE.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/up)

Berita Terkait