Gairah Pengantin Baru Menurun Setelah Berhasil Perawani Istri

Gairah Pengantin Baru Menurun Setelah Berhasil Perawani Istri

detikHealth
Jumat, 12 Okt 2012 18:20 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Gairah Pengantin Baru Menurun Setelah Berhasil Perawani Istri
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Salam dokter, saya adalah seorang pengantin baru. Kami menikah dua bulan yang lalu. Pada awal pernikahan, hasrat seksual saya sangat tinggi. Namun, setelah saya berhasil menembus virginitas isteri saya, saya merasa ada penurunan gairah seksual.

Dalam dua minggu terakhir, saya sering kehilangan gairah, loyo di tengah-tengah permainan. Saya sering tidak fokus. Pada awal permainan saya menggebu, tapi ketika istri sudah panas, saya malah melempem.

Saya kasihan istri saya. Saya sering melempem justru di tengah-tengah permainan. Ketika foreplay dan tak bisa melanjutkan lagi. Ada apa dengan saya? Apa yang harus saya lakukan? Terimakasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ade S (Pria Menikah, 33 tahun), shevaXXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 169 cm dan Berat Badan 60 kg

Jawaban

Mengingat usia Anda, 33 tahun, relatif muda, serta usia pernikahan Anda masih baru 2 bulan, loyonya Mr P disaat "pertempuran" di atas ranjang, akibat menurunnya kualitas kebugaran jasmani atau terganggunya ketenangan psikis Anda (sedang stress). Masih terlampau dini untuk mendiagnosis Anda mengalami Disfungsi Ereksi (DE).

Dianjurkan kepada Anda dan isteri melakukan exercise fisik secara reguler didukung oleh asupan makanan dengan pola gizi-seimbang.

Untuk sementara Anda bisa mengonsumsi obat-obat erektogenik (Sildenafil, Tadalafil), yang diminum menjelang Anda melakukan hubungan intim. Obat tersebut berkhasiat membantu Mr P "perkasa-kembali". Obat tersebut boleh Anda gunakan setelah memperoleh petunjuk dari Dokter Keluarga Anda.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.



(mer/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads