Saya tidak ingin mengecewakan suami, tetapi saya juga tidak nyaman dengan kondisi ini. Pertanyaan saya, apakah saya memiliki kelainan? Bagaimankah solusinya? Terimakasih.
Nur (Perempuan Menikah, 26 Tahun), nur_cXXXXX@rocketmail.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 48 Kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudari Nur, saya dapat memahami ketakutan Anda ketika akan berhubungan seksual dengan suami karena pernah merasakan sakit. Yang dapat menghilangkan rasa sakit saat sanggama atau berhubungan seksual pada perempuan bukanlah foreplay, tetapi cukup tidaknya lubrikasi yang dihasilkan.
Jika Anda mengatakan sudah foreplay tetapi masih sakit saat bercinta, berarti foreplay yang dilakukan masih kurang membuat Anda terangsang sehingga lubrikasinya kurang saat sanggama. Yang sebaiknya Anda lakukan adalah:
Pertama, cobalah eksplorasi bagian tubuh Anda dan lakukan fantasi seksual. Bayangkan apa yang Anda inginkan dari pasangan dan lakukan kepada Anda agar bisa membuat diri sendiri terangsang. Setelah Anda dapat merasa bergairah hanya dengan membayangkan saja, komunikasikan dengan pasangan sehingga ia bisa memuaskan Anda secara seksual.
Kedua, untuk berjaga-jaga karena Anda masih punya sedikit trauma terhadap sanggama yang sakit, belilah vagina gel di apotik terdekat. Gel ini dapat digunakan untuk membantu lubrikasi sehingga dapat membantu mengurangi rasa sakit.
Namun yang paling penting adalah, meski vagina gel bisa membantu melakukan sanggama tanpa sakit, inti permasalahan Anda adalah mengenai bagaimana membuat Anda dapat bergairah. Tetap lakukan saran yang pertama agar kedua pasangan dapat saling memahami, jangan sampai tidak Anda tindak lanjuti.
Selamat bereksplorasi.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vit)











































