Pacar saya seumuran dengan saya. Sebenarnya orang tua kami sudah sama-sama setuju dengan hubungan kami, namun saya belum berani jujur kepada mereka dengan masalah ini. Saya pikir umur kami masih terlalu muda untuk menikah. Saya takut dengan amarah mereka.
Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara menjelaskan pada orang tua kami berdua? Ayah saya memiliki penyakit darah tinggi, sedangkan orang tua pacar saya adalah orang yang terhormat di kampungnya. Mohon penjelasannya. Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 170 cm, Berat Badan 70 kg
Jawaban
Saya prihatin dengan kondisi yang Anda alami. Bagaimanapun juga, setiap perbuatan harus ditanggung konsekuensinya. Konsekuensi Anda sebagai pria adalah menikahi wanita yang Anda hamili, terutama jika wanita atau pacar itu menginginkan Anda untuk menikahinya.
Saya paham Anda memiliki kekhawatiran akan menyakiti hati orang tua dan kehormatan orang tua pasangan Anda. Coba tenangkan diri Anda berdua dulu lalu bicarakan dengan orang tua. Kalau bisa, pertemukan keluarga Anda dengan keluarga pasangan sehingga Anda berdua dapat menghadapi kedua orang tua pada saat yang bersamaan.
Pertama, katakan bahwa Anda sebagai pria sudah melakukan kesalahan dengan melakukan hubungan seks pra nikah yang berisiko sehingga pacar hamil. Katakan bahwa Anda berdua tidak mau menambah kesalahan yang sudah ada dan ingin menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap konsekuensinya. Hadapi segala risikonya.
Kedua, katakan kepada orang tua bahwa yang Anda berdua ketahui, idealnya adalah menikah. Tanyakan kepada orang tua Anda berdua apakah ini merupakan jalan terbaik menurut kedua orang tua. Tanyakan juga bagaimana cara Anda berdua untuk dapat memperbaiki kesalahan ini, apakah bisa dengan menikah ataukah ada cara lain?
Jika orang tua sepakat menginginkan Anda berdua untuk menikah, mintalah saran dan bimbingan apa yang sebaiknya Anda berdua lakukan. Sebab, menghadapi pernikahan di usia yang muda pastilah sulit. Namun apabila kedua orangtua menyarankan untuk tidak menikah, tanyakan bagaimankah cara menghadapi pilihan-pilihan hidup selanjutnya.
Yang pasti, jangan buat keputusan tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan kedua orang tua karena Anda berdua masih muda. Yang paling penting, utarakan dan minta saran kepada orang tua untuk menghadapi masalah ini secepatnya.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/)










































