Kepala Sperma Tak Normal, Bisakah Punya Anak?

Kepala Sperma Tak Normal, Bisakah Punya Anak?

detikHealth
Rabu, 31 Okt 2012 18:17 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Kepala Sperma Tak Normal, Bisakah Punya Anak?
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dok, saya baru saja periksa sperma ke lab. dan hasilnya:
-Volume 2.0 ML rujukan >= 2 ML
-Bau: Khas
-pH: 7.8 ; rujukan 7.2 - 7.8
-Liquefaksi: 59 ; rujukan
-Viskositas: 2 ; rujukan

Miskroskopis:
- konsentrasi: 114 ; rujukan >= 15 satuan 10^6/ML
- Jumlah 228 ; rujukan >= 39 satuan 10^6/ejakulat

Motilitas:
1. Progresive: 48 ' rujukan >= 32 %
2. Non Progresive: 35
3. Immotil: 18

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aglutinasi: (+1) campuran ; rujukan Negatif
Leukosit: 1.1 ; rujukan < 1
Viabilitas: - ; rujukan >=75 %
Normal: 2 ; rujukan >= 4 %
Abnormal: 98 %

Kesimpulan: Teratozoospermia

Yang ingin saya tanyakan
1. Apa maksudnya Aglutinasi (+1) campuran sedangkan nilai rujukannya adalah negatif?

2. Mengapa Viabilitas Immature Gem Cell (Viabilitas) sperma saya tidak ada nilainya (-) sedangkan nilai rujukannya adalah >=75 %?

3. Kemungkinan untuk punya keturunan bagaimana? Terimakasih dokter, atas jawabannya.

Ahmad (Pria Menikah, 34 tahun), junduXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 167 cm dan Berat Badan 53 kg

Jawaban

Anda mengalami "Teratozoospermia", yaitu spermatozoa (sel jantan) dengan bentuk kepalanya abnormal lebih dari 30%. Aglutinasi (+1) artinya ada antibodi, pertanda ada antigen pemicu infeksi. Hal ini membuat pula viabilitas immature Gem Cell (negatif).

Penyebabnya pada epididimis (bagian hulu buah zakar) yang mengalami infeksi atau kompresi oleh varikokel (gumpalan pembuluh darah-balik) yang membuat suhu meningkat, hingga produksi spermatozoa terganggu maturitasnya (kematangannya).

Dengan mengobati penyebabnya, harapan untuk memperoleh keturunan tetap terbuka.

Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dengan Dokter Spesialis Bedah Urologi di Klinik Fertilitas.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads