Saya sudah menikah kurang lebih selama 10 bulan dan sedang mengandung 8 bulan. Yang saya herankan, mengapa tiap kali ML dengan suami, saya tidak merasakan orgasme? Bahkan kadang saya ingin cepat menyudahi dan berpura-pura orgasme.
Hal itu membuat saya jadi berfantasi seks. Tapi pada saat melakukannya, kenapa fantasi itu tidak bisa saya hadirkan? Apa sebenarnya tanda-tanda orgasme bagi wanita? Apakah sebenarnya saya sudah orgasme tapi tidak menyadarinya? Bisakah hamil jika tidak orgasme?
Ran (Perempuan Menikah, 28 Tahun), raXX@yahoo.com
Tinggi Badan 165 cm, Berat Badan 58 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudari Ran, Anda orgasme atau tidak tetap bisa hamil selama sperma suami keluar atau terjadi ejakulasi saat penerasi. Kenapa tidak menikmati? Mungkin Anda perlu lebih banyak mengeksplorasi tubuh Anda sendiri.
Orgasme ditandai dengan terjadinya vagina spasm, di mana vagina meremas pada saat puncak kenikmatan hubungan seksual. Tekanan pada vagina ini biasanya diiringi dengan mengerasnya puting payudara dan sensasi merinding di kulit (goosebumps). Ada juga sensasi lain misalnya pengerasan atau excitement pada nerve system atau saraf.
Kalau Anda belum bisa menikmati, bukan berarti pasangan kurang mampu. Mungkin Anda juga perlu banyak mengeksplorasi. Saran saya, jangan berpura-pura orgasme lagi. Cobalah mengeksplor seksualitas Anda dengan suami.
Misalnya, buat peta tubuh Anda, bagaimana caranya membuat diri Anda bergairah. Dimulai dengan mengeksplorasi bagian tubuh lain selain vagina atau payudara, bisa punggung atau leher. Cari tahu bagian tubuh mana dan bagaimana caranya yang bisa membuat Anda bergairah, lalu katakan kepada suami agar dia melakukannya.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vit)










































