Pantangan Makanan Bagi Orang yang Pernah Kena Batu Ginjal

Pantangan Makanan Bagi Orang yang Pernah Kena Batu Ginjal

detikHealth
Selasa, 13 Nov 2012 14:18 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Pantangan Makanan Bagi Orang yang Pernah Kena Batu Ginjal
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saya mau tanya pantangan makanan bagi orang yang pernah mengalami batu ginjal, sayuran apa saja yang boleh dikonsumsi? Yang kena batu ginjal itu adalah calon suami saya umurnya 29 tahun. Terimakasih sebelumnya.

Endrat A (Perempuan Lajang, 28 Tahun), agtusXXXX@gmail.com,
Tinggi Badan 158 Cm, Berat Badan 42 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Endrat,

Untuk orang yang pernah mengalami batu ginjal, hal yang patut untuk diingat adalah:
- Mencegah dehidrasi. Rajin-rajinlah minum air putih atau jus buah (air putih yang paling baik), tapi jangan mengonsumsi teh, kopi atau minuman berkafein lainnya. Hal ini karena kafein dapat memicu pengeluaran cairan secara berlebihan dari tubuh sehingga merangsang penumpukan batu.
- Kurangi penggunaan garam saat masak dan pilihlah produk makanan yang rendah garam.
- Jika memungkinkan, pastikan jenis batu ginjal apa yang pernah dialami pasangan Anda: kalsium oksalat, asam urat atau struvite (ini untuk mengetahui jenis makanan apa yang perlu diwaspadai)

Untuk jenis batu kalsium-oksalat:
- Pastikan tetap mengonsumsi kalsium untuk regenerasi tulang dan kebutuhan metabolisme tubuh, maksimum 1.000mg/hari (kira-kira sama dengan 3 gelas susu).
- Beri jarak waktu saat mengonsumsi kalsium dan asam oksalat (bayam, bit, belimbing, lada hitam, cokelat, kacang-kacangan, strawberry, blueberry) minimal selama 3 jam.

Untuk jenis asam urat:
- Batasi konsumsi protein berlemak tinggi seperti daging kambing, bebek, daging sapi berlemak, daging ayam berlemak dan kulit ayam, susu full krim. Sebagai gantinya, pilihlah potongan daging yang tidak berlemak atau sisihkan saat masak, produk susu rendah lemak (non-fat/low-fat).

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

(ver/vit)

Berita Terkait