Mbak Zoya, saya ingin menormalkan kembali orientasi seksual saya. Kira-kira 60 persen saya menyukai laki-laki, namun 40 persen menyukai perempuan. Saya mulai merasakan itu semenjak kelas VII SMP dan sadar kalau orientasi seksual saya salah ketika kelas 3 SMP.
Ini akibat sewaktu saya masih kecil, ayah termasuk orang yang jahat dan kurang mendidik. Sekarang saya tersiksa karena teman saya mengucilkan saya. Saya dicurigai gay oleh teman saya, tapi saya hanya bisa menyangkal dan menyiasatinya dengan berpura-pura straight. Itupun masih perlu usaha.
Saya sudah jujur dengan orang tua. Mereka tidak dapat memahami apa yang saya katakan, tapi mereka menerima saya. Saya orang yang tertutup semenjak ibu bercerai dengan ayah saat saya masih duduk di akhir SD. Itu membuat saya trauma. Apa yang harus saya lakukan sekarang Mbak? Mohon solusinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 160 cm, Berat Badan 46 kg
Jawaban
Saudara IR, Anda mengatakan bahwa 60 persen Anda menyukai laki-laki dan 40 persen Anda menyukai perempuan. Kalau memang benar persentase yang Anda katakan, Anda bisa dibilang biseksual, bukan gay. Bukan berarti harus pura-pura menjadi straight (menyukai lawan jenis) juga, tapi di usia yang baru 17 tahun ini Anda masih dalam proses pencarian jati diri.
Saya sarankan Anda saat ini tenang-tenang saja dulu. Cobalah untuk membina rasa dibanding seksualitas. Bangunlah persahabatan dengan laki-laki maupun perempuan. Nanti kalau Anda sudah kuliah atau setidaknya berumur 21 tahun, cobalah analisa lagi apakah benar Anda masih lebih suka laki-laki ketimbang perempuan.
Daripada Anda stres memikirkan hal ini, jalani saja hidup Anda, fokus pada cita-cita, belajar sehingga masuk universitas terbaik yang Anda inginkan. Jalani hubungan dengan laki-laki ataupun perempuan tanpa memikirkan orientasi seksual terlebih dulu. Nanti setelah umur 21 tahun, analisa lagi berdasarkan pengalaman dari usia 17 tahun sampai 21 tahun.
Buatlah diary mengenai preferensi seksual Anda. Tuliskan mengenai laki-laki atau perempuan serta persahabatan Anda dengan laki-laki maupun perempuan. Buatlah jurnal ini sampai usia 21 tahun sebelum memutuskan memilh orientasi seksual mana, karena itulah saat yang tepat Anda menjalin hubungan yang lebih serius menuju jenjang pernikahan.
Orang di usia 17 tahun cenderung kurang stabil secara emosi, begitu juga dengan hormonnya. Usia 21 tahun adalah usia yang paling ideal untuk melihat lagi preferensi seksual Anda, apakah masih sama. Kemungkinan karena hormon dan euforia, bisa saja membuat Anda nanti berubah. Jika pada usia 21 tahun masih ada ketertarikan pada laki-laki, coba konsultasikan dengan psikolog tentang orientasi seksual Anda.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas.
(pah/)










































