Istri yang Putus Asa Karena Suami Tak Bisa Diajak Bercinta

Istri yang Putus Asa Karena Suami Tak Bisa Diajak Bercinta

detikHealth
Kamis, 06 Des 2012 15:18 WIB
Ditulis oleh:
Istri yang Putus Asa Karena Suami Tak Bisa Diajak Bercinta
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak Zoya, sudah hampir 2 tahun suami (48) tidak bisa melayani saya di tempat tidur karena penyakit diabetesnya. Kami telah memiliki 5 anak yang sehat-sehat. Saya sangat menyayangi suami, tetapi libido ini rasa-rasanya tidak bisa diajak kompromi.

Selama ini suami melakukan oral pada saya. Namun jujur saja, saya sungguh tidak bisa merasakan kenikmatan seperti dulu lagi ketika penisnya masih normal. Sedangkan untuk meminta cerai dan menikah lagi, saya kurang pede karena status saya yang telah melahirkan 5 kali.

Saya jadi sering menangis sendiri karenanya. Apakah yang harus saya lakukan? Suami telah mencoba berobat ke dokter, herbal, juga shinshe, namun sejauh ini belum ada perubahan berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lucy (Perempuan Menikah, 38 Tahun), Lucy_XXXXXXX_XXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 75 Kg

Jawaban

Mbak Lucy, sebaiknya periksakan diri Anda dan suami ke dokter seksologi, bisa juga ke androlog. Penyakit diabetes mempunyai dampak terhadap gairah seksual atau obat-obatan tertentu. Tapi bukan berarti penderita diabetes tidak bisa berhubungan seksual lagi. Bahkan pasien stroke pun sbenarnya masih bisa melakukan hubungan seksual.

Tolong komunikasikan dengan suami, betapa Anda masih menginginkan hubungan seksual dengannya. Penyakit diabetes relatif tidak menghalangi suami untuk bisa ereksi lagi. Akan tetapi, biasanya yang jadi masalah adalah jika suami yang terkena diabetes atau stroke sudah tidak percaya diri lagi sehingga minder dalam berhubungan seksual. Memang ada halangan, tapi suami biasanya masih bisa ereksi.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.


(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads