Gampang Cemburu kepada Pacar, Bagaimana Mengatasinya?

Gampang Cemburu kepada Pacar, Bagaimana Mengatasinya?

detikHealth
Kamis, 13 Des 2012 15:16 WIB
Ditulis oleh:
Gampang Cemburu kepada Pacar, Bagaimana Mengatasinya?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak Zoya, saya adalah pria yang mudah cemburu. Sebenarnya kalau masih batas yang sewajarnya saja, tidak akan timbul rasa cemburu. Tapi kalau sudah di luar batas normalnya, saya pasti cepat cemburu dan emosi. Tapi bukan kekerasan, hanya kata-kata saja.

Bagaimana caranya mengubah rasa cemburu yang begitu besar dan menaruh rasa curiga pada pasangan? Adakah cara untuk mengontrol emosi? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

JJ (Pria Lajang, 28 Tahun), joko_XXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 177 Cm dan Berat Badan 71 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Mas JJ, rasa takut kehilangan pasangan yang dicintai bisa dirasakan oleh siapa saja dan memang tidak nyaman. Meski bukan kekerasan fisik, hati-hati juga dengan kekerasan verbal, sindiran, makian, celaan dan hinaan yang merendahkan pasangan. Sebab itu dapat membuat Anda justru kehilangan pasangan karena membuatnya tertekan.

Batasan normal atau tidak normal bisa berbeda antara orang lain dengan Anda. Saran saya, komunikasikan perjanjian batasan yang fair buat Anda berdua. Jika Anda membatasi pasangan tidak bergaul dengan orang tertentu atau acara tertentu, pastikan Anda juga bersedia dibatasi oleh pasangan untuk bergaul dengan orang tertentu atau acara tertentu.

Jika kondisinya dibalik, bagaimana perasaan Anda? Kadang kala rumus ini tidak berlaku karena perasaan Anda berdua bisa berbeda. Yang paling penting adalah pasangan sama-sama tahu diri menjaga perasaan pasangannya.

Yang paling nyaman sebenarnya percaya saja pada pasangan. Masing-masing pihak berjanji dengan penuh kesadaran bahwa tidak akan melakukan hal yang diketahui akan menyakiti hati pasangan dengan sengaja.

Jika nanti akhirnya terjadi hal yang ternyata menyakitkan, bicarakanlah dari hati ke hati. Jika cinta Anda berdua tulus, saya yakin kesalahan yang dilakukan pasti tidak disengaja. Lebih sabar dan percaya adalah kuncinya.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(pah/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads