Tidak Puas dengan Hasil Sunat, Apakah Bisa Disunat Lagi?

Tidak Puas dengan Hasil Sunat, Apakah Bisa Disunat Lagi?

detikHealth
Rabu, 19 Des 2012 16:15 WIB
Ditulis oleh:
Tidak Puas dengan Hasil Sunat, Apakah Bisa Disunat Lagi?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak Zoya, usia saya 29 tahun dan baru bulan kemarin disunat. Namun saya merasa tidak puas dengan hasilnya. Apakah mungkin saya disunat ulang kembali agar hasilnya memuaskan untuk saya dan istri saya nantinya?

Hendi (Laki-laki Lajang, 29 Tahun) HendXXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 170 cm, Berat Badan 70 Kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudara Hendi, saya yakin kalau orang sudah disunat, secara anatomi biasanya yang menyunat sudah paham mengenai bentuk yang sehat atau tidak. Yang penting ketika disunat kepala penis Anda sudah tidak tertutup lagi sehingga gangguan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi relatif tidak terjadi pada pria-pria yang disunat ketimbang yang tidak disunat.

Kalau Anda merasa tidak puas, mungkin masalahnya bukan pada bentuk, karena kepuasan istri saat bercinta lebih tergantung pada bagaimana Anda mengeksplorasi kesenangan masing-masing dan posisi yang efektif merangsang klitoris maupun G-Spot. Raihlah hubungan yang berkualitas dengan bertanya titik mana yang bagus untuk dirangsang atau mengganti posisi seksual baru setiap 3 bulan sekali.

Jika Anda lebih berfokus pada bentuk, saya yakin kalaupun ukurannya tidak normal, pastinya orang yang menyunat sudah mengatakannya. Kalau Anda masih belum yakin, silakan datang ke androlog atau urolog di rumah sakit daerah. Pastikan apakah ukuran penis Anda secara anatomi normal, selebihnya bisa berkonsultasi lebih lanjut apakah keganjilan yang ada itu penting atau tidak.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(pah/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads