Trauma Dimaki Istri, Bercinta Jadi Terasa Hambar

Trauma Dimaki Istri, Bercinta Jadi Terasa Hambar

detikHealth
Jumat, 28 Des 2012 15:20 WIB
Ditulis oleh:
Trauma Dimaki Istri, Bercinta Jadi Terasa Hambar
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Saya pernah bertengkar hebat dan mendapat kata-kata kasar dari istri dan sejak saat itu sampai sekarang saya jadi kurang bergairah dengan istri yang usianya sekarang 38 tahun. Ini karena ketika akan berhubungan intim saya selalu teringat dengan ucapan kasarnya ia kepada saya.

Mohon penjelasan dan solusinya. Karena saat ini saya masih tertarik secara seksual dengan perempuan lain, tetapi dengan istri sendiri rasanya hambar dan kurang bergairah. Terimakasih.

DC (Pria Menikah, 40 Tahun), didXX_XXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 168 Cm dan Berat Badan 62 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Pak DC, memang semua pria kalau sudah pernah dimarahi oleh istri menjadi kurang gairahnya. Ada gangguan yang namanya impotensia parsial (tidak bergairah lagi dengan istrinya tetapi bergairah dengan wanita lain).

Yang paling penting adalah kalau Anda masih ingin mempertahankan pernikahan ini tolong jangan berselingkuh atau lari ke wanita lain. Kalau Anda melakukan itu, sudah pasti Anda tidak akan bisa menyelamatkan rumah tangga Anda apalagi jika Anda sudah mempunyai anak.

Caranya adalah Anda harus mencoba untuk bisa jatuh cinta lagi dengan istri, kalau pun bertengkar anggaplah itu merupakan hal yang biasa dalam rumah tangga.

Kelanggengan sebuah rumah tangga dan gairah seksual supaya Anda bisa bangkit lagi adalah memafkan istri. Dengan cara memaafkan dan ikhlas, Anda bisa melakukan honeymoon lagi, jalan-jalan berdua lagi.

Ungkapkanlah kenapa 'Saya masih mencintai kamu dan kamu mencintai saya'. Karena kalau tidak dimulai dengan mengungkapkan rasa sayang dan rasa cinta pernikahan Anda bisa hancur.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads