Pemuda yang Ketakutan Bakal Ditinggal Nikah Pacar

Pemuda yang Ketakutan Bakal Ditinggal Nikah Pacar

detikHealth
Kamis, 03 Jan 2013 15:46 WIB
Ditulis oleh:
Pemuda yang Ketakutan Bakal Ditinggal Nikah Pacar
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak Zoya, selama pacaran saya sering ML karena saya sayang dan ingin menikahi pacar. Tapi ternyata hubungan kami bermasalah sehingga terpaksa putus. Pacar menyakiti hati dan perasaan saya, apalagi keluarga besar saya tidak setuju jika saya menikahi pacar.

Setelah putus, kebiasaan jelek saya menonton BF dan onani terulang. Tapi kenapa setiap melihat film biru saya teringat saat ML dengan pacar? Perasaan saya menjadi sedih dan selalu menangis sehingga saya berhenti menonton film biru.

Hampir 5 bulan kemudian dia menelpon saya mengajak berhubungan kembali diam-diam supaya orang tua kami tidak tahu. Karena masih sayang, saya menyetujuinya. Kami berkomitmen menikah dengan catatan saya harus bersabar walau tahu dia sudah dijodohkan dengan pria lain yang tidak ia cintai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekarang, tiap hari saya merasa ketakutan jika nanti beneran ditinggal menikah. Saya sempat meminum obat anti cemas dari dokter setiap malam supaya bisa istirahat. Saya tidak ingin tersiksa seperti ini. Mohon solusinya.

Bambang (Laki Laki Lajang, 28 Tahun), VanyaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 156 cm, Berat Badan 60 kg

Jawaban

Mas Bambang yang baik, saya melihat dengan jelas sumber kecemasan Anda ada pada perasaan cinta pada (mantan) pacar Anda. Saran saya, jika Anda tidak mau tersiksa, tegaslah dalam mengambil sikap. Anda setengah-setengah dalam menyikapi perasaan sehingga membuat Anda tersiksa.

Dalam menentukan sikap, buatlah daftar hal yang membuat Anda memutuskan hubungan 5 bulan lalu dengan pacar Anda tersebut. Beri nilai +1 sampai +10 untuk menilai hal menyenangkan dari pacar yang membuat Anda bertahan. Misalnya, menikmati bercinta dengan pacar diberi nilai +9.

Begitu pun sebaliknya jika semakin tinggi hal negatif dari pacar, beri nilai -1 sampai -10. Misalnya, dia pernah mengkhianati Anda dengan pria lain, beri nilai -9. Ambil waktu tenang untuk menuliskan pilihan dan skor nilai ini diatas kertas.

Sesudah menjumlahkan semua nilai tersebut, coba Anda liat hasil angkanya dan jujurlah terhadap perasaan Anda. Apakah masih ingin meneruskan hubungan seperti ini? Bahagiakah dengannya untuk jangka waktu panjang?

Jika Anda memilih untuk tidak meneruskan hubungan, tegaskan bahwa Anda ingin putus. Sebaiknya tidak usah berteman dengan mantan untuk jangka waktu lama sampai Anda tidak memiliki perasaan apapun terhadap mantan, baik cinta maupun benci.

Jika Anda memilih untuk pacaran, tegaskan di depan orang tua Anda dan kekasih bahwa Anda akan menanggung risiko menikahi orang yang Anda kasihi. Anda berdua bukan anak kecil lagi yang harus berpacaran diam diam.

Berhentilah menyaksikan film biru atau film porno sebelum semakin merusak hubungan Anda. Secara psikologis, film porno membuat individu mempertanyakan seksualitasnya, jadi jangan tambah problem Anda. Silakan bermasturbasi tanpa film porno atau bacaan porno. Saya yakin Anda bisa sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(pah/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads