Setelah putus, kebiasaan jelek saya menonton BF dan onani terulang. Tapi kenapa setiap melihat film biru saya teringat saat ML dengan pacar? Perasaan saya menjadi sedih dan selalu menangis sehingga saya berhenti menonton film biru.
Hampir 5 bulan kemudian dia menelpon saya mengajak berhubungan kembali diam-diam supaya orang tua kami tidak tahu. Karena masih sayang, saya menyetujuinya. Kami berkomitmen menikah dengan catatan saya harus bersabar walau tahu dia sudah dijodohkan dengan pria lain yang tidak ia cintai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang (Laki Laki Lajang, 28 Tahun), VanyaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 156 cm, Berat Badan 60 kg
Jawaban
Mas Bambang yang baik, saya melihat dengan jelas sumber kecemasan Anda ada pada perasaan cinta pada (mantan) pacar Anda. Saran saya, jika Anda tidak mau tersiksa, tegaslah dalam mengambil sikap. Anda setengah-setengah dalam menyikapi perasaan sehingga membuat Anda tersiksa.
Dalam menentukan sikap, buatlah daftar hal yang membuat Anda memutuskan hubungan 5 bulan lalu dengan pacar Anda tersebut. Beri nilai +1 sampai +10 untuk menilai hal menyenangkan dari pacar yang membuat Anda bertahan. Misalnya, menikmati bercinta dengan pacar diberi nilai +9.
Begitu pun sebaliknya jika semakin tinggi hal negatif dari pacar, beri nilai -1 sampai -10. Misalnya, dia pernah mengkhianati Anda dengan pria lain, beri nilai -9. Ambil waktu tenang untuk menuliskan pilihan dan skor nilai ini diatas kertas.
Sesudah menjumlahkan semua nilai tersebut, coba Anda liat hasil angkanya dan jujurlah terhadap perasaan Anda. Apakah masih ingin meneruskan hubungan seperti ini? Bahagiakah dengannya untuk jangka waktu panjang?
Jika Anda memilih untuk tidak meneruskan hubungan, tegaskan bahwa Anda ingin putus. Sebaiknya tidak usah berteman dengan mantan untuk jangka waktu lama sampai Anda tidak memiliki perasaan apapun terhadap mantan, baik cinta maupun benci.
Jika Anda memilih untuk pacaran, tegaskan di depan orang tua Anda dan kekasih bahwa Anda akan menanggung risiko menikahi orang yang Anda kasihi. Anda berdua bukan anak kecil lagi yang harus berpacaran diam diam.
Berhentilah menyaksikan film biru atau film porno sebelum semakin merusak hubungan Anda. Secara psikologis, film porno membuat individu mempertanyakan seksualitasnya, jadi jangan tambah problem Anda. Silakan bermasturbasi tanpa film porno atau bacaan porno. Saya yakin Anda bisa sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vit)











































