Maaf dok saya mau bertanya. Sebenarnya mekanisme penularan HIV-AIDS melalui hubungan seksual itu seperti apa? Apakah menempelnya cairan vagina yang mengandung virus HIV ke kulit atau mukosa penis seorang pria langsung otomatis pria tersebut terinfeksi? Atau harus ada pintu masuknya (misal luka atau lecet di kulit atau penis pria) baru bisa tertular virusnya?
Kesimpulannya, apakah pria yang berhubungan intim dengan wanita yang mengidap HIV 100% otomatis tertular HIV atau pria tersebut statusnya 'berisiko' tertular (yang berarti ada kemungkinan tidak tertular)? Terimakasih banyak.
Rian (Wanita Lajang, 23 tahun), nexiXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 169 cm dan Berat Badan 64 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekanisme penularan virus HIV-AIDS harus ada kontak-darah antara penderita dengan calon tertular. Jelasnya, harus ada pintu masuk di mana darah kedua individu tercampur, yaitu melalui luka, lecet, iritasi mukosa organ.
Kesimpulan Anda tepat, pria yang berhubungan intim dengan wanita pengidap HIV belum tentu tertular sepanjang tidak ada kontak darah. Tapi, risiko amat besar karena iritasi yang mikroskopis (tidak kasat mata) sudah bisa memicu terjadinya kontak darah, hingga proses penularannya segera terjadi.
Untuk menghindari risiko tersebut, dianjurkan kaum pria menggunakan kondom yang berkualitas, bila melakukan hubungan seksual ekstra-marital.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(mer/)











































