Saya meminta berhubungan intim 2 - 3 kali seminggu dan yang sisanya selalu terbuang dengan imajinasi dan fantasi. Yang saya tanyakan, tanpa doping dan makanan penambah libido, mengapa saya terlalu over frekuensi seksnya dengan usia saya yang 50 tahun ini?
Lalu bagaimana cara mudah dan cepat untuk membangkitkan gairah wanita Mbak, sebab selama ini saya yang paling suka oral vagina. Kalau perlu saya suka mengoral sampai keluar dan istri saya juga mau. Terima kasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi Badan 165 cm, Berat Badan 80 kg
Jawaban
Bapak Lestari yang baik, seks memang seperti selera makan, bisa tinggi atau rendah tergantung suasana hati, kebiasaan, tingkat stress, gaya hidup, dan faktor fisik ataupun psikologis lainnya. Seks sedikit lebih kompleks dibanding makanan dan dalam konteks sedikit atau banyak sangat relatif.
Suasana hati dan kehidupan Bapak mungkin menyenangkan sehingga Anda sedang dalam kondisi menikmati sesi bercinta dengan pasangan. Anda tidak bisa mengatakan frekuensi seks Anda banyak atau sedikit jika pembandingnya pasangan atau individu lain.
Jika mau membandingkan, bandingkan dengan tinggi rendahnya dengan frekuensi Anda sebelumnya, kapan dan mengapa tinggi atau rendah. Evaluasi demikian lebih berguna untuk membantu Anda selalu dalam kondisi keintiman terbaik Anda. Nah demikian pula dengan istri Anda.
Siapa bilang wanita usia 47 tahun gairah seksualnya rendah? Wah, salah besar tuh, wanita tetap mampu multiple orgasme meski sudah menopause. Bedanya saat menopause wanita tidak bisa hamil saja, tapi jika kehidupan seksnya reguler, misalnya seminggu dua kali. jadi menopause bukan halangan untuk bercinta meraih orgasme.
Jadi saran saya, untuk meningkatkan gairah istri, coba Anda evaluasi dan ingat-ingat kapan istri Anda pernah sangat bergairah bercinta? Apa yang terjadi dalam hidupnya? Bagaimana Anda memperlakukan dirinya? Kalau berhasil mengingat, lakukan lagi hal tersebut supaya gairah istri sama dengan Anda.
Biasanya sih istri senang disayang dengan pujian tulus suami, apresiasi bahwa ia sudah menjadi istri yang membahagiakan suami dan lain-lain. Coba renungkan dan catat hasil evaluasi Anda supaya bisa melakukan pengecekan ulang apa yang harus dilakukan. Selamat mengevaluasi.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vta)











































