Tak Punya Gairah Pada Suami Sendiri karena Pernah Operasi Ovarium

Tak Punya Gairah Pada Suami Sendiri karena Pernah Operasi Ovarium

detikHealth
Selasa, 05 Mar 2013 19:46 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Tak Punya Gairah Pada Suami Sendiri karena Pernah Operasi Ovarium
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya mengalami pengangkatan indung telur pada usia 36 tahun. Saya hanya meyakinkan bahwa saya sudah mengalami menopouse dini, karena saya sering merasa lemas, lelah dan capek luar biasa tiap harinya.

Hampir lebih dari 10 jam saya bisa tidur karena merasa capek. Apakah benar wanita yang sudah menopuse dini tidak mempunyai gairah seks pada suami tapi pada orang lain?

Adakah obat atau terapi yang bisa mengembalikan atau paling tidak mengurangi rasa 'capek' dan lelah itu. Terimakasih. Nisa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nisa (Wanita Menikah, 43 tahun), inaXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 158 cm dan Berat Badan 52 kg

Jawaban

Pengangkatan satu ovarium (indung telur) tidak memicu menopause dini. Kecuali, bila kedua ovarium diangkat. Rasa lemas yang Anda alami perlu disikapi dengan pemeriksaan menyeluruh, minimal check kadar Hb (haemoglobin), eritrosit, fungsi hati (SGPT, SGOT), tumor marker (penanda tumor), antara lain Ca-125, CEA dan analisa kadar hormon wanita, antara lain estrogen, progesteron.

Perlu diketahui pula, apa penyebab dilakukan pengangkatan indung-telur pada usia 36 tahun, Cysta Ovarium?

Tidak betul menopause dini membuat gairah seks pada suami lenyap, tapi pada pria lain tetap ada. Kecuali, bila ada rasa 'boring' (bosan) pada suami.

Terapi atau obat ditentukan oleh hasil pemeriksaan tersebut tadi. Disarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan untuk memastikan penyebab rasa lemas, letih, capek tersebut. Setelah diketahui penyebabnya, bisa dipastikan obat yang tepat.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vta)

Berita Terkait