Dear Dr. Andri. Saya baru saja menikahi perempuan yang sudah 6 tahun saya pacari 2 bulan yang lalu. Banyak hal tentang seks yang ingin saya tanyakan kepada Dokter, semoga Dokter mau membantu saya. Sebagai prolog, saya ceritakan bahwa selama 6 tahun pacaran kami tidak pernah berhubungan seks secara langsung.
Hubungan intim kami sebatas oral seks, tidak sampai penetrasi, sehingga ketika kami akhirnya menikah, istri saya yang berumur sama dengan saya seperti benar-benar ketagihan hubungan seks. Seringkali dia minta nambah setelah sekali berhubungan.
Dan ketika berhubungan seks, durasi yang dia butuhkan untuk mencapai orgasme sekitar 30 menit bahkan lebih. Saya memang selalu bisa bertahan selama itu untuk tidak ejakulasi terlebih dahulu sampai dengan istri saya benar-benar orgasme. Selama proses penetrasi itu Mr P saya juga tetap dalam keadaan ereksi penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi intinya setelah 15 menit itu saya hanya berusaha menunaikan kewajiban saya untuk mengantar istri menuju orgasme dan saya hanya berusaha bersandiwara bahwa saya masih menikmatinya sampai akhirnya istri saya mencapai orgasme, dan baru setelah itu saya lepaskan ejakulasi saya.
Sebagai tambahan informasi, bahwa sebelum penetrasi kami biasanya melakukan foreplay (biasanya seks oral) sekitar 5-10 menit. Ketika penetrasi, saya juga sering mencoba beberapa posisi dengan maksud supaya istri saya menemukan posisi paling ideal untuk mencapai orgasme, tapi tetap saja tidak berhasil. Selama penetrasi juga, saya merasa sudah melakukan berbagai cara untuk merangsang dia seperti merangsang dada, telinga, leher dan bagian-bagian sensitifnya yang sering saya baca di artikel.
Saya tidak menceritakan hal ini sama istri saya karena takut nantinya merusak hubungan kami yang masih baru ini. Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Apakah istri saya termasuk mengalami kelainan seks? Ataukah durasi itu memang normal untuk ukuran wanita?
2. Apakah sulitnya istri saya mencapai orgasme ini ada hubunganya dengan ukuran penis saya? (ukuran penis saya ketika ereksi sekitar 13 cm).
3. Adakah cara untuk membuat istri saya mencapai orgasme lebih cepat dari biasanya?
4. Bagaimanakah caranya agar selama 'proses' menunggu istri saya orgasme itu bisa menyenangkan pula buat saya? Demikian dari saya, terimakasih atas perhatiannya, dan semoga dokter bisa membantu saya.
Rian (Pria Menikah, 27 tahun), rianXXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 160 cm dan Berat Badan 58 kg
Jawaban
Setiap wanita mempunyai durasi waktu yang variatif, ada yang 15 menit, 30 menit bahkan 1 jam. Masih terlampau dini untuk menyatakan istri Anda mengalami 'Prolonged Orgasm'.
Dari uraian Anda, hubungan intim Anda dengan istri cukup berhasil, karena keduanya bisa mencapai orgasme. Juga ukuran penis Anda ketika ereksi 13 cm, amat normal.
Masalahnya, persepsi Anda menganggap durasi mencapai orgasme istri terlampau lama. Disarankan, agar Anda menunda penetrasi penis hingga saat istri menunjukkan tanda-tanda mendekati orgasme.
Untuk memicu istri lebih cepat orgasme, lakukan hubungan intim posisi 'Woman on Top', hingga penis Anda bisa menyentuh 'G-Spot', zona erotik yang paling peka, terletak 3-5 cm pada dinding atas rongga vagina, bentuknya teraba seperti buah murbei.
Setiap hari minta istri lakukan 'kaegel exercise', yaitu gerakan-gerakan rythmis, seperti orang mengedan dan menahan kencing. Latihan ini akan membuat otot-otot sekitar vagina sensitif yang kelak punya kontribusi pada elastisitas dan sensitivitas dinding vagina. Dengan demikian, diharapkan orgasme akan lebih cepat tercapai.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(mer/vta)











































