Mbak Zoya, sejak menikah 10 tahun yang lalu saya belum pernah merasakan nikmatnya seks. Setelah penetrasi saya orgasme sekitar 1-2 menit tapi saya tidak merasakan nikmat. Apakah ini karena saya suka onani ketika remaja (2-5 kali sehari)? Saya onani memakai sabun mandi, sabun cuci, hand body atau CD wanita.
Tapi saya mudah terangsang melihat wanita seksi dan langsung onani. Sekarang saya tak pernah onani lagi, tapi fantasi seks dengan seseorang yang saya lihat memakai pakaian merangsang masih selalu ada. Apakah penyakit saya ini bisa disembuhkan? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Alif (Pria menikah, 37 tahun), alifXXX@yahoo.com
Tinggi badan 163 cm dan berat badan 76 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudara Alif, 10 tahun menikah tapi Anda masih belum bisa menikmati seks itu karena fantasi Anda sebenarnya ditunjukkan pada orang lain bukan pada istri sendiri. Saran saya, coba sekarang bersama dan lebih fokus dengan istri.
Buatlah semacam fantasi seksual berdua. Lalu untuk foreplay-nya, untuk memulai hubungan, coba pelan-pelan minta istri memberikan oral seks pada Anda. Hal ini perlu karena melihat latar belakang Anda yang menyukai onani dan suka berfantasi seksual dengan wanita lain yang bukan pasangan Anda.
Kalau Anda tidak mencoba menghentikan fantasi itu, maka akan semakin mempersulit Anda untuk bisa menikmati hubungan seksual Anda sampai nanti. Bagaimana pun juga kan Anda ingin bisa menikmati hubungan seksual di dalam pernikahan.
Jadi cobalah melibatkan baik dalam fantasi Anda. Lakukan foreplay atau role games (permainan-permainan) yang melibatkan istri Anda sehingga Anda jadi benar-benar merasa bercinta, bukan hanya senggama saja.
Kalaupun istri Anda menolak atau merasa risih, coba sesekali Anda menggunakan tangannya dan katakan coba deh bantu saya untuk bermasturbasi dan sebagainya. Jadi Anda punya koneksi atau relation dengan pasangan dan Anda juga jadi bisa menikmati hubungan seks Anda. Jangan terus-terus membayangkan orang lain atau berfantasi mengenai wanita lain.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vit)











































