Yang ingin saya tanyakan, apakah ada dampak setelah saya menikah nanti? Bagaimana cara menghindari ketagihan hasrat untuk masturbasi dengan nonton blue film?
Alfin J (Laki-laki Lajang, 22 tahun), finXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 170 cm dan Berat Badan 66 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mas Alfin, di usia Anda yang seperti ini sangat wajar jika gairah seks Anda tinggi. Semua laki-laki pada usia Anda mengalami hal yang sama. Bayangan terhadap seks sangat mudah bahkan untuk bayangan yang sebenarnya non seksual sekali pun. Melihat perempuan cantik menandakan Anda adalah heteroseksual, jadi wajar saja kalau sampai Anda terangsang.
Dampaknya tidak ada selama Anda bisa menyikapi perasaan seksual Anda dengan bertanggung jawab. Misalnya dengan tidak melakukan hubungan seks sembarangan, tidak menghamili pacar atau perempuan, atau tidak sembarangan melakukan hubungan seksual dengan siapa saja yang Anda temui.
Untuk menghindari hasrat, sebenarnya kenapa harus dihindari ketika hasrat itu ada ya dinikmati saja. Ketika hasrat itu ada, kemungkinan Anda juga akan mimpi basah. Dan itu adalah cara yang paling natural yang diberikan oleh Tuhan untuk mengekspresikan seksualitas Anda.
Kedua, kalau hasrat itu tetap ada, Anda boleh kok untuk bermasturbasi. Cuma saran saya, tolong jangan masturbasi dengan menonton video porno. Masturbasi dengan video porno inilah yang akan mempengaruhi kehidupan Anda setelah menikah nanti. Anda akan jadi susah bisa berelasi dengan orang lain karena video porno memberikan pesan-pesan yang salah tentang seksualitas Anda.
Seringnya Anda menonton video porno dan bermasturbasi dengan video porno akan membuat Anda tidak bisa membangun relasi yang sehat atau memiliki harapan-harapan yang tidak normal pada perempuan. Itu yang akan mempengaruhi hubungan pernikahan Anda nanti.
Jika ingin masturbasi, maka masturbasilah sambil berfantasi karena berfantasi seks itu sangat sehat. Satu, Anda tidak melukai siapa-siapa, Anda tidak menghamili orang lain dan tidak terkena infeksi menular seksual. Jadi nikmati sajalah gairah seks tinggi ini karena umur Anda masih muda dan ini memang wajar kok tidak ada yang aneh-aneh.
Yang penting kan Anda sadar bahwa yang membedakan manusia dengan kucing adalah akal budi, sehingga kalau sedang terangsang kan tidak seperti kucing yang setiap terangsang lalu pergi mengawini kucing yang lain.
Manusia kan masih punya akal budi yang membuat kita memutuskan keputusan-keputusan bukan berdasarkan gairah seksual kita tapi berdasarkan pemikiran yang juga positif.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual dan juga merupakan anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(pah/vit)











































